
Polemik Pernikahan Mbah Tarman dan Sheila
Pernikahan antara Mbah Tarman (74 tahun) dengan Sheila (24 tahun) di Pacitan, Jawa Timur, masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Selain perbedaan usia yang mencolok, mahar yang diberikan oleh Mbah Tarman juga menjadi sorotan utama. Mahar tersebut berupa cek senilai Rp3 miliar yang membuat publik penasaran tentang latar belakang pekerjaan dan bisnis Mbah Tarman.
Profesi dan Bisnis Mbah Tarman
Menurut pengakuan Mbah Tarman sendiri, ia mengaku sebagai seorang pengusaha. Meski tidak secara eksplisit menyebutkan bidang usahanya, beredar kabar bahwa bisnis yang ia jalani bukanlah bisnis biasa. Salah satu informasi yang muncul adalah bahwa Mbah Tarman memiliki bisnis pedang samurai di tempat asalnya.
Kepala Desa Ngepungsari, Paryanto, memberikan penjelasan terkait hal ini. Ia mengatakan bahwa Mbah Tarman pernah mengaku menjalankan bisnis pedang samurai saat tinggal di desa tersebut. Paryanto juga bercerita bahwa Mbah Tarman pernah tersandung kasus penipuan dalam bisnis pedang samurai di Wonogiri.
“Kasus samurai itu, kan itu tamunya banyak. Kalau nonton itu sekitar Rp10 juta. Kasus penipuan samurai-samurai gitu terus dilaporkan,” ujar Paryanto.
Latar Belakang Mbah Tarman
Mbah Tarman sebelumnya merupakan warga Dukuh Talang, Desa Ngepungsari, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ia kemudian menjadi warga Desa Ngepungsari setelah menikahi wanita bernama Sugiyati pada akhir tahun 2019. Namun, dua tahun kemudian mereka bercerai, sehingga Mbah Tarman kembali ke Wonogiri.
Beberapa waktu lalu, Mbah Tarman kembali ke Desa Ngepungsari pada bulan September untuk mengurus surat pindah ke Pacitan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa ia kini tinggal di Pacitan dan menikahi Sheila.
Prosesi Pernikahan yang Viral
Pernikahan Mbah Tarman dan Sheila digelar pada Rabu (8/10/2025) malam di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan. Prosesi akad nikah dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bandar, Bakhrul Husaeni.
Dalam prosesi tersebut, Mbah Tarman memberikan mahar berupa seperangkat alat shalat dan cek senilai Rp3 miliar. “Saya terima nikahnya Sheila Arika binti Arief Supriyadi dengan maskawin tersebut saya bayar tunai,” jawab Mbah Tarman.
Setelah prosesi akad selesai, hadirin mengucapkan kata "sah" sebagai tanda bahwa pernikahan telah resmi secara agama. Tak lama setelahnya, pernikahan ini langsung menjadi perbincangan warganet karena besarnya nilai mahar yang diberikan.
Penyebab Perhatian Publik
Selain nilai mahar yang sangat besar, pernikahan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang latar belakang dan kekayaan Mbah Tarman. Banyak orang mulai bertanya-tanya apakah bisnis pedang samurai yang ia klaim benar-benar memberikan keuntungan besar atau hanya sekadar mitos.
Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Mbah Tarman terkait kebenaran informasi tersebut. Namun, informasi yang diberikan oleh Kepala Desa Ngepungsari dan kasus penipuan yang pernah terjadi menunjukkan bahwa bisnis yang dijalani Mbah Tarman memang tidak biasa.



Posting Komentar