
Identitas Kru Pesawat yang Hilang Kontak Diketahui Berasal dari Sulawesi Utara
Seorang kru pesawat ATR-400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diketahui memiliki latar belakang keturunan dari Sulawesi Utara. Nama kru tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono, yang tercatat dalam daftar manifest penerbangan rute Jogjakarta–Makassar, pada hari Sabtu (17/1).
Florencia Lolita Wibisono memiliki garis keturunan Sulawesi Utara dari ibunya. Darah Tondano mengalir dalam dirinya, sehingga kabar kehilangan pesawat tersebut turut menyita perhatian masyarakat Sulawesi Utara. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan duka bagi keluarga serta kerabatnya.
Pesawat ATR-400 yang dimaksud sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melintasi wilayah Kabupaten Maros. Hingga saat ini, pencarian terhadap pesawat masih berlangsung oleh tim SAR gabungan. Upaya pencarian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Basarnas, Damkar, dan juga mahasiswa serta potensi SAR lainnya.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebutkan bahwa sebanyak 476 tim gabungan telah dikerahkan dalam upaya pencarian pesawat ATR-400. Pembagian tim ini dilakukan agar penyisiran dapat berjalan lebih terfokus dan sistematis, mengingat area pencarian yang cukup luas dan memiliki kontur berbukit serta jurang.
“Untuk saat ini, yang terdaftar mulai dari kemarin, personel yang kita libatkan mencapai 476. Tim SAR gabungan ini terdiri dari TNI, Polri, pemerintah, instansi-instansi lainnya, serta mahasiswa dan potensi SAR yang ada di Sulawesi Selatan,” ujar Andi Sultan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1).
Tim SAR gabungan dibagi ke dalam lima sektor kerja yang telah ditentukan. Pembagian ini dilakukan untuk memastikan pencarian bisa dilakukan secara lebih efektif. “Tim terbagi atas lima sektor dengan kode ABCD. Dan tadi sudah dilepas sama Bapak Danrem untuk tim satu, tim maju,” tambahnya.
Terkait temuan awal di lapangan, Andi Sultan menyampaikan bahwa ditemukan dugaan serpihan-serpihan. Namun, ia belum menjelaskan secara pasti apakah serpihan tersebut berasal dari pesawat atau bukan. Penentuan lebih lanjut akan menunggu hasil analisis dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Untuk masalah serpihan-serpihan, kami belum bisa memastikan bahwa ini adalah serpihan pesawat, tetapi melihat dari tanda sudah ada ciri yang bisa sedikit. Itu juga kami nanti dari KNKT yang memutuskan bahwa seperti ini, badan pesawat ini,” jelasnya.
Rincian Penerbangan dan Korban yang Terlibat
Sebelum kejadian hilang kontak, sebuah pesawat tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dikabarkan hilang kontak saat dalam penerbangan, pada Sabtu (17/1). Pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport tersebut dilaporkan kehilangan komunikasi ketika berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 Wita di sekitar perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Pesawat yang melayani rute Jogjakarta–Makassar itu diperkirakan membawa 11 orang, terdiri dari delapan awak kabin dan tiga penumpang.
Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak terkait, termasuk lembaga keselamatan penerbangan dan unit pencarian dan pertolongan. Proses pencarian terus dilakukan sambil menunggu informasi lebih lanjut dari lembaga teknis yang berwenang.



Posting Komentar