P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Modal Ekspansi ERAL: Rp152,8 Miliar Difokuskan pada Bisnis Baru

Featured Image

Optimisme Erajaya Active Lifestyle di Tengah Tantangan Ekonomi Global

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) atau yang dikenal sebagai Erajaya Active Lifestyle tetap menunjukkan optimisme terhadap kinerja bisnis ritel pada tahun 2026. Meskipun tekanan ekonomi dan situasi geopolitik global masih menjadi tantangan, perusahaan percaya bahwa sektor ritel memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar.

Direktur Utama Sinar Eka Selaras, Djohan Sutanto, menyampaikan bahwa perseroan berharap dapat mencatat pertumbuhan penjualan yang positif pada tahun ini. Ia menekankan pentingnya pemantauan terhadap kondisi makroekonomi dan situasi geopolitik yang bisa memengaruhi bisnis.

“Kami berharap di tahun 2026 masih akan tetap tumbuh positif dari sisi penjualan. Dan akan tetap memonitor keadaan makro ekonomi dan geopolitik,” ujar Djohan kepada media.

Langkah Ekspansi dan Strategi Pengembangan

Optimisme tersebut tercermin dari langkah ekspansi yang terus dilakukan oleh ERAL. Perusahaan melihat bahwa sektor ritel masih memiliki peluang pertumbuhan, terutama karena kemampuannya dalam mengadaptasi perubahan tren konsumsi masyarakat.

Selain menambah jumlah gerai, ERAL juga fokus pada pengembangan portofolio merek dan produk agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Pembaruan produk akan terus dilakukan untuk menjaga daya tarik di mata konsumen.

Di sisi lain, kanal penjualan fisik masih menjadi kontributor utama pendapatan. Namun, penguatan kanal digital juga menjadi prioritas utama bagi ERAL pada 2026. Perusahaan berencana meluncurkan kanal online untuk merek-merek baru dalam rangka memperluas akses pasar.

Pendekatan Omnichannel untuk Konsumen

Sejalan dengan strategi tersebut, ERAL bersama Erajaya Group terus mengembangkan pendekatan omnichannel. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja konsumen, baik melalui kanal online maupun offline. Harapan besar dipegang bahwa konsumen dapat dengan mudah berbelanja dari satu kanal ke kanal lainnya.

Memasuki kuartal pertama 2026, manajemen ERAL berharap momentum Ramadan-Lebaran dapat menjadi pendorong utama penjualan perusahaan, terutama di segmen fesyen. Untuk memaksimalkan peluang ini, ERAL telah menyiapkan berbagai strategi penjualan yang ditujukan kepada konsumen selama Ramadan hingga Lebaran.

Strategi ini mencakup program harga, penawaran produk, dan aktivitas promosi lainnya yang dirancang untuk menarik minat pelanggan.

Kinerja Keuangan Hingga September 2025

Hingga saat ini, ERAL belum merilis laporan keuangan resmi untuk tahun buku 2025. Namun, data sementara menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mencatat kenaikan penjualan sebesar 25% meskipun menghadapi tantangan besar seperti penurunan daya beli masyarakat.

Dari data yang tersedia, pendapatan ERAL bertumbuh sebesar 25,11% menjadi Rp 4,29 triliun, dibandingkan dengan Rp 3,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perusahaan justru mengalami penurunan, turun menjadi Rp 124,98 miliar, atau lebih rendah 20,55% dibandingkan laba bersih di periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 157,32 miliar.

Investasi dan Penggunaan Modal

Hingga bulan September 2025, ERAL telah merealisasikan penggunaan belanja modal (capital expenditure atau Capex) sebesar Rp 152,8 miliar. Dana ini dialokasikan terutama untuk penambahan gerai dan pengembangan bisnis baru, salah satunya adalah Xpeng. Dengan investasi ini, ERAL berharap dapat memperkuat posisinya di pasar ritel dan memperluas cakupan layanan serta produknya.

0

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.