P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Stres Sebabkan Penyakit, Ini Penjelasan Medisnya

Featured Image

Stres yang Berkepanjangan Bisa Menyebabkan Penyakit

Merasa tertekan karena tuntutan sehari-hari adalah hal yang wajar, meskipun tidak menyenangkan. Namun, kamu juga perlu waspada karena stres yang berlangsung terus-menerus tanpa jeda bisa membuatmu jatuh sakit. Kondisi ini terjadi karena tubuh terus memproduksi hormon kortisol, yang merupakan hormon stres. Jika diproduksi secara berlebihan, kortisol dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Dr. Julia Kogan, PsyD, seorang psikolog dengan latar belakang neuropsikologi, menjelaskan bahwa kortisol yang dilepaskan terlalu sering ke dalam tubuh bisa memicu peradangan. Dalam jumlah yang normal, kortisol membantu tubuh melawan kuman dan penyakit. Namun, jika stres berlangsung terus-menerus, justru dapat mengganggu sistem imun dan memperparah penyakit kronis seperti radang sendi, IBS, dan fibromyalgia.

Produksi sel darah putih, yang berperan penting dalam melawan infeksi, bisa menurun akibat stres berkepanjangan. Hal ini membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu, stres juga dapat mengganggu kualitas tidur. Tidur memegang peran penting dalam menjaga sistem imun tetap sehat. Jika pola tidur terganggu secara rutin, daya tahan tubuh pun ikut melemah.

Pengaruh Stres pada Hormon Seks

Stres juga dapat mengacaukan keseimbangan hormon seks. Dr. Patricia Mills, MD, dokter spesialis rehabilitasi medis dan praktisi kedokteran fungsional, menjelaskan bahwa bahan dasar untuk memproduksi kortisol sama dengan bahan yang digunakan untuk memproduksi estrogen, progesteron, dan testosteron. Kekurangan ini menyebabkan penurunan kadar hormon seks, dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti gangguan menstruasi, infertilitas, dan menopause pada perempuan, testosteron rendah pada pria, serta kondisi medis seperti PCOS, fibroid, endometriosis, dan disfungsi ereksi.

Apakah Penyakit Disebabkan oleh Stres?

Menentukan apakah suatu penyakit sepenuhnya disebabkan oleh stres bukanlah hal mudah. Tubuh setiap manusia berbeda-beda, dengan banyak sistem bekerja sama untuk menjaga tubuh berfungsi dengan baik. Stres juga bisa memperparah masalah kesehatan yang sudah ada. Jadi, meskipun stres bukan penyebab utama suatu penyakit, kondisinya bisa menjadi lebih berat akibat tekanan berkepanjangan.

Jika seseorang mengalami stres kronis disertai gangguan fisik, emosional, perilaku, atau kognitif, penting untuk meninjau kembali bagaimana tingkat stres itu memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Gejala Penyakit yang Berkaitan dengan Stres

Meski sulit untuk memastikan apakah stres menjadi satu-satunya penyebab seseorang sakit, ada sejumlah gejala yang sering muncul akibat stres kronis, antara lain:

  • Detak jantung lebih cepat
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan kontrol gula darah
  • Lebih mudah terserang pilek dan flu
  • Penurunan gairah seksual
  • Sakit kepala
  • Ketegangan otot
  • Kualitas tidur yang menurun

Cara Mengatasi Stres

Kunci utama untuk melawan stres dan mencegah dampak fisiknya adalah dengan menangani sumber stres itu sendiri. Jika hal tersebut sulit dilakukan, menerapkan teknik pengelolaan stres yang sehat menjadi langkah terbaik berikutnya. Beberapa cara yang bisa dicoba termasuk olahraga teratur, meditasi, menjaga pola hidup sehat, dan mencari dukungan dari orang terdekat. Dengan mengelola stres secara efektif, kita dapat menjaga kesehatan tubuh dan pikiran secara lebih baik.

0

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.