
Sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Kepala Badan Geologi Lana Saria disebutkan bahwa berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan di Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Kalianda, Kabupaten Lampung letusan menerus Gunung Anak Krakatau masih berlansung. Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus.
Fenomena erupsi ini menyerupai lava fountain atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava. Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi.
Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi G. Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.
Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Erupsi tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.
Baca selengkapnya



Posting Komentar