P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Profil Sela Ovi penyanyi yang kecelakaan di Tulungagung, ini penyebab insiden dan kondisi terkini

Ringkasan Berita:
  • Sela Ovi, bernama lengkap Sela Okta Viana, merupakan penyanyi dangdut koplo asal Desa Kepuh, Boyolangu, Tulungagung.
  • Mobil Honda Brio merah yang dikemudikannya menabrak trotoar dan terguling di kawasan Taman 0 KM Tulungagung, Sabtu (17/10/2026) dini hari.
  • Polisi menduga kelelahan menjadi penyebab sementara kecelakaan, tetapi masih mendalami kronologi dan faktor lainnya.
  • Sela Ovi selamat dengan luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.
 

BROKERJA.COM, TULUNGAGUNG - Nama Sela Ovi menjadi perhatian setelah penyanyi dangdut koplo asal Tulungagung, Jawa Timur, itu mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Taman 0 KM Tulungagung, Sabtu (17/10/2026) dini hari.

Mobil Honda Brio merah yang dikemudikannya menabrak trotoar sebelum akhirnya terguling di sebelah utara simpang TT.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Sela Okta Viana, nama lengkapnya, sedang dalam perjalanan pulang setelah bekerja.

Polisi menduga kelelahan menjadi penyebab sementara kecelakaan yang dialami penyanyi berusia 27 tahun tersebut.

Meski kendaraannya terguling, Sela dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan. Ia sempat mendapatkan perawatan medis sebelum diperbolehkan pulang.

Insiden itu menjadi perhatian karena Sela dikenal sebagai penyanyi dangdut koplo asal Kabupaten Tulungagung.

Aktivitasnya di dunia musik juga dapat ditelusuri melalui sejumlah rekaman lagu dan penampilan bersama penyanyi lain.

Di balik kabar kecelakaan tersebut, perjalanan Sela Ovi sebagai penyanyi dangdut koplo menjadi bagian penting untuk mengenal sosoknya lebih jauh. Berikut profil, karya musik, dan kronologi kecelakaan yang dialaminya.

Profil Sela Ovi

Sela Ovi merupakan nama panggung Sela Okta Viana, penyanyi dangdut koplo asal Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi dalam pemberitaan kecelakaan tersebut, Sela berusia 27 tahun pada 2026.

Namanya dikenal melalui aktivitas di panggung musik dangdut koplo, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Penampilannya juga terdokumentasi melalui sejumlah video musik yang dipublikasikan di platform digital.

Sela Ovi dikenal aktif tampil di berbagai acara, mulai dari festival musik, konser rakyat di sejumlah daerah, hingga kegiatan komunitas otomotif. Publikasi tersebut juga menyoroti kolaborasinya dengan sejumlah penyanyi dangdut, termasuk Ajeng Febria dan Diva Hani.

Kegiatan bermusiknya turut terlihat dari katalog digital yang memuat sejumlah lagu atas nama Sela Ovi. Apple Music mencantumkan beberapa rilisan pada 2026, antara lain Kangen Setengah Mati, Cinta Terlarang, Wasiat Cintaku, Seperti Yang Dulu, Ojo Ngece, dan Kari Cerito.

Sementara itu, kolaborasinya dengan Ajeng Febria dapat ditemukan dalam video musik Gulu Pedot.

Rekaman tersebut dipublikasikan melalui kanal yang berkaitan dengan produksi musik Berkah Musika Entertainment.

Kumpulan karya tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas Sela di industri musik. Namun, informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan secara terperinci kapan ia memulai karier, bagaimana perjalanan awalnya dari panggung ke panggung, maupun latar belakang pribadinya di luar dunia tarik suara.

Kronologi Kecelakaan Sela Ovi di Taman 0 KM Tulungagung

Kecelakaan yang melibatkan Sela Ovi terjadi ketika ia mengendarai Honda Brio merah bernomor polisi AG 1621 R di kawasan Taman 0 KM Tulungagung.

Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Armando Satya Putra Pratama, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Berdasarkan keterangan awal, mobil yang dikemudikan Sela mengalami insiden di sebelah utara simpang TT.

“Pengemudi mengalami kecelakaan tunggal di sebelah utara simpang TT,” ujar Armando saat ditemui BROKERJA.COM, Sabtu (17/10/2026) siang.

Menurut keterangan awal pengemudi kepada polisi, Sela melaju dari arah Alun-alun Tulungagung menuju selatan, ke arah simpang TT.

Ketika memasuki kawasan Taman 0 KM, mobil tersebut diduga kehilangan kendali. Kendaraan kemudian menabrak trotoar di sisi kiri jalan sebelum terguling.

Armando menjelaskan bahwa dugaan awal kecelakaan berkaitan dengan kondisi pengemudi yang kelelahan setelah bekerja. Meski begitu, polisi belum menetapkan penyebab akhir karena masih perlu memeriksa sejumlah aspek dalam peristiwa tersebut.

“Dia hilang kendali karena kelelahan, kemudian menabrak trotoar di sebelah kiri jalan, kemudian terguling,” sambung Armando.

Polisi juga menyatakan tidak menemukan indikasi awal bahwa Sela mengemudi dalam kondisi mabuk. Penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Salah satu hal yang masih didalami ialah apakah Sela sempat mengerem sebelum mobil menabrak trotoar. Hasil pemeriksaan tersebut diperlukan untuk membantu menyusun kronologi kecelakaan secara lebih lengkap.

Sela Ovi Selamat, Hanya Mengalami Luka Ringan

Meski mobilnya terguling, Sela Ovi dilaporkan selamat dalam kecelakaan tersebut. Ia mengalami luka ringan dan sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

“Pengemudi mengalami luka ringan dan sempat mendapatkan perawatan. Dia sudah bisa pulang,” kata Armando.

Benturan dengan trotoar menyebabkan bagian depan roda kiri mobil terangkat. Kondisi tersebut diduga membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling.

Tidak ada informasi mengenai korban lain dalam peristiwa itu. Dampak kecelakaan juga disebut tidak sampai mengganggu arus lalu lintas secara berarti.

Meski pengemudi hanya mengalami luka ringan, penyebab kecelakaan tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan kepolisian. Kondisi kendaraan setelah kejadian tidak dengan sendirinya cukup untuk menentukan kecepatan maupun faktor utama yang menyebabkan mobil kehilangan kendali.

Damkar Tulungagung Evakuasi Honda Brio yang Terguling

Setelah kecelakaan terjadi, personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung dikerahkan untuk mengevakuasi mobil Honda Brio yang terguling.

Petugas menggunakan mobil rescue yang dilengkapi peralatan penarik untuk memindahkan kendaraan dari posisinya di tepi jalan. Mobil kemudian ditegakkan kembali dengan metode penarikan.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Setelah kendaraan berhasil ditegakkan, mobil dibawa menggunakan kendaraan derek menuju Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung untuk penanganan lebih lanjut.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan kerusakan kendaraan diperkirakan tidak terlalu parah. Perkiraan tersebut didasarkan pada kondisi kendaraan setelah terguling, meski pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakannya.

“Proses evakuasi sekitar 30 menit. Bodinya baret-baret, tapi sepertinya rusaknya tidak parah,” katanya.

Sejumlah bagian bodi mobil mengalami goresan. Sementara itu, spion kanan dilaporkan patah akibat tertindih bodi kendaraan ketika mobil terguling.

Setelah proses evakuasi selesai, mobil dibawa ke Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. Kendaraan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari penanganan kecelakaan yang masih didalami pihak kepolisian.

Kelelahan Berkendara Jadi Dugaan Sementara, Polisi Masih Mendalami

Keterangan awal pengemudi menjadi dasar munculnya dugaan bahwa kelelahan berperan dalam kecelakaan Sela Ovi. Namun, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab insiden tersebut.

Kondisi pengemudi setelah menjalani aktivitas panjang perlu menjadi perhatian, khususnya ketika harus menempuh perjalanan pulang pada dini hari. Kelelahan dapat mengurangi kewaspadaan dan kemampuan pengemudi merespons situasi di jalan.

Meski demikian, dalam kasus Sela Ovi, dugaan tersebut masih harus dibedakan dari hasil penyelidikan akhir. Polisi tetap perlu memastikan kronologi, kondisi kendaraan, serta faktor lain yang mungkin memengaruhi kecelakaan.

Sela sendiri dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, Satlantas Polres Tulungagung masih mendalami kejadian yang berlangsung di kawasan Taman 0 KM tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat bagi pengendara untuk memastikan kondisi tubuh tetap bugar sebelum mengemudi. Jika mengantuk atau kelelahan setelah bekerja, beristirahat terlebih dahulu lebih aman daripada memaksakan perjalanan, terlebih ketika berkendara pada dini hari.

0

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.