P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

BKPM: Penutupan Pabrik BATA Ganggu Dunia Usaha, Tapi Buka Peluang Investasi Baru


JAKARTA, BroNews
Penutupan pabrik sepatu atau alas kaki milik PT Sepatu Bata Tbk (BATA) telah menjadi perhatian terhadap dunia usaha, khususnya dari sisi tenaga kerja. Namun, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menilai dampak tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan penurunan minat investasi di Indonesia.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, menjelaskan bahwa setiap penutupan pabrik pasti akan berdampak pada tenaga kerja dan rantai industri. Namun, di sisi lain, hal ini juga bisa membuka ruang bagi masuknya investor baru atau perluasan produksi oleh merek lain di sektor yang sama.

“Sebenarnya kalau ada perusahaan yang tutup, kalau dijawab mengganggu atau enggak dalam konteks ada tenaga kerja yang kemudian tidak mendapatkan pekerjaan, ya pasti mengganggu, jawabannya pasti mengganggu,” ujar Nurul saat ditemui di sela-sela Indonesia International Sustainability Forum (IISF) di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

“Cuma kan persoalannya ketika kita bicara tentang itu mengganggu atau tidak mengganggu, apakah ada kemungkinan nanti ada peluang baru yang mereka kemudian bisa masuk ke investasi di situ,” paparnya.

Meski demikian, penutupan pabrik tersebut tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai tanda bahwa Indonesia tidak ramah terhadap investasi. Sebaliknya, dinamika ini menunjukkan ketatnya persaingan industri alas kaki global yang menuntut inovasi dan efisiensi tinggi.

Industri alas kaki kini tengah bertransformasi dari padat karya menuju semi-padat modal dengan pemanfaatan teknologi yang lebih canggih. Langkah tersebut diperlukan agar pelaku industri tetap mampu bersaing di pasar internasional.

Penggunaan modal dan teknologi menjadi strategi perusahaan agar bisa bertahan di tengah persaingan global yang semakin ketat. Menurutnya, tren ini juga terlihat di berbagai negara lain, termasuk China.

Dahulu, China dikenal sebagai pusat industri padat karya karena biaya tenaga kerjanya yang murah, namun kini kondisi tersebut berubah. Biaya tenaga kerja di negara itu meningkat, sehingga banyak industri padat karya mulai berkurang dan beralih ke negara lain yang lebih efisien atau mengadopsi teknologi yang lebih tinggi.

Perubahan inilah, kata Nurul, yang menjadi dasar analisis bahwa industri harus terus beradaptasi agar tetap kompetitif di pasar global.

“Sehingga industri-industri yang berbasis tenaga kerja sudah jarang lagi di China. Itu yang mungkin bisa menjadi latar belakang analisa kita,” ucapnya.

Perubahan Struktur Industri Alas Kaki

Beberapa faktor utama yang menyebabkan perubahan struktur industri alas kaki adalah:

  • Meningkatnya biaya tenaga kerja
    Di beberapa negara seperti China, biaya tenaga kerja meningkat secara signifikan. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan mempertimbangkan untuk memindahkan operasional ke negara-negara dengan biaya lebih rendah atau mengadopsi teknologi untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

  • Peningkatan penggunaan teknologi
    Penggunaan mesin dan otomatisasi dalam produksi menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih rendah.

  • Perubahan permintaan pasar
    Konsumen semakin menginginkan produk yang berkualitas tinggi dan inovatif. Hal ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan mempercepat proses produksi.

Dampak Terhadap Pasar Global

Perubahan struktur industri ini memiliki dampak yang luas terhadap pasar global. Negara-negara yang sebelumnya bergantung pada industri padat karya kini mulai beralih ke model bisnis yang lebih modern. Ini menciptakan peluang baru bagi negara-negara lain yang siap mengadopsi teknologi dan meningkatkan efisiensi produksi.

Selain itu, perubahan ini juga memicu persaingan yang lebih ketat antar perusahaan. Mereka harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar.

Kesimpulan

Penutupan pabrik sepatu atau alas kaki milik PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menjadi bagian dari dinamika industri yang terus berkembang. Meskipun ada dampak terhadap tenaga kerja, hal ini tidak berarti bahwa minat investasi di Indonesia menurun. Justru, perubahan ini menunjukkan bahwa industri harus terus beradaptasi agar tetap kompetitif di pasar global.

0

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.