
Kerja Sama dengan Perusahaan Catering Tiongkok untuk Peningkatan Kualitas Dapur MBG
Riezka Rahmatiana, seorang pengusaha swasta yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengelola dapur Program Makan Bergizi (MBG), baru saja menandatangani kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan catering ternama di Shenzhen, Tiongkok. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan standar pengelolaan dapur MBG di Indonesia.
Perusahaan tersebut memiliki kemampuan produksi yang sangat besar, yaitu hingga 300 ribu porsi makanan per hari dari satu lokasi produksi. Selain itu, sistem keamanan pangan serta teknologi produksi berbasis AI menjadi salah satu faktor utama dalam pemilihan mitra ini. Riezka menyatakan bahwa rekomendasi dari pihak perusahaan terkait kualitas dan keandalan sangat memenuhi harapan.
Sebelum melakukan penandatanganan kerja sama, Riezka telah melakukan komunikasi awal dengan pihak perusahaan. Ia menilai bahwa kapasitas produksi dan rekam jejak keamanan pangan merupakan dua hal penting yang harus dipertimbangkan. Menurutnya, perusahaan ini sudah beroperasi sejak tahun 2001 dan belum pernah mengalami kasus keracunan makanan.
Saat ini, Riezka bekerja sama dengan pemerintah untuk menyediakan layanan catering minimal 20 ribu porsi per hari. Namun, ia melihat perlunya peningkatan kelas usaha agar kualitas tetap terjaga seiring dengan kemungkinan penambahan titik distribusi dan volume produksi.
Pengembangan Dapur MBG di Beberapa Titik
Dalam perjalanan kerjanya, Riezka mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sudah mengelola dapur MBG di beberapa titik. Untuk itu, ia merasa perlu belajar dari dapur yang mampu memproduksi ratusan ribu porsi per hari dari satu lokasi. Hal ini menjadi alasan utama mengapa ia memilih bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok.
Kerja sama ini juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan di luar program MBG. Riezka menjelaskan bahwa seluruh area dapur, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan, telah dininjau secara langsung oleh rombongan. Fasilitas tersebut memiliki standar kebersihan tinggi, termasuk wajibnya penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi seluruh pekerja.
Teknologi Produksi yang Mendukung Efisiensi
Selain itu, dapur tersebut dilengkapi laboratorium untuk pengujian bahan makanan dan kandungan nutrisi sebelum dimasak. Proses produksi juga didukung mesin berteknologi kecerdasan buatan (AI). Contohnya, mesin penanak nasi dapat memproduksi sekitar 6.000 porsi dalam satu jam dengan satu operator karena sudah menggunakan AI.
Menurut Riezka, tenaga kerja dalam jumlah besar hanya digunakan pada tahap penataan makanan dan pengemasan. Sebelum penandatanganan kerja sama, rombongan juga mencicipi menu MBG yang diproduksi di dapur tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan rasa dan kelayakan konsumsi.
Tujuan Kerja Sama untuk Pembangunan Dapur Catering Berstandar
Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung rencana pembangunan dapur catering berstandar serupa di Indonesia dalam waktu dekat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan kualitas layanan makanan akan semakin meningkat, serta kapasitas produksi bisa lebih efisien dan terjaga.
Pengalaman dan teknologi yang diperoleh dari perusahaan Tiongkok diharapkan dapat menjadi fondasi untuk pengembangan dapur MBG yang lebih baik di tanah air. Dengan langkah-langkah strategis seperti ini, diharapkan program makan bergizi dapat terlaksana dengan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.



Posting Komentar