
Peningkatan Aktivitas Militer Tiongkok di Sekitar Wilayah Taiwan
Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan adanya aktivitas militer yang meningkat dari pihak Tiongkok. Dalam beberapa hari terakhir, berbagai pesawat dan kapal militer Tiongkok telah terdeteksi bergerak di sekitar wilayah perairan dan udara Taiwan. Aktivitas ini menunjukkan peningkatan kewaspadaan yang signifikan terhadap kemungkinan tindakan lebih lanjut dari pihak Tiongkok.
Menurut laporan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND), terdapat sembilan penerbangan pesawat Angkatan Darat Rakyat Tiongkok (PLA) yang dilakukan dalam waktu dekat. Selain itu, MND juga mendeteksi sembilan kapal Angkatan Laut Rakyat Tiongkok (PLAN) berada di sekitar perairan teritorial Taiwan. Dari jumlah tersebut, tiga pesawat melakukan perjalanan melewati garis tengah dan memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) barat daya Taiwan.
Zona ADIZ merupakan batas virtual yang digunakan untuk memberi peringatan bahwa objek asing sedang memasuki wilayah udara suatu negara. Dengan demikian, keberadaan pesawat dan kapal militer Tiongkok di area ini menjadi indikasi kuat akan adanya ancaman potensial terhadap kedaulatan Taiwan.
Sebelumnya, pada hari Sabtu, MND juga mencatat adanya 26 penerbangan pesawat PLA Tiongkok, delapan kapal angkatan laut, serta satu kapal resmi yang berada di sekitar wilayah perairan Taiwan. Dari jumlah tersebut, tujuh pesawat berhasil melewati garis median dan memasuki ADIZ di bagian utara, tengah, dan barat daya Taiwan. Selain itu, sebuah pesawat tanpa awak (UAV) pengintai militer Tiongkok juga terdeteksi memasuki ADIZ barat daya pada hari yang sama.
Aktivitas-aktivitas ini dianggap sebagai langkah pra-penyerbuan yang bertujuan untuk mengelilingi wilayah pulau tersebut. Tiongkok tetap bersikukuh bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah teritorial mereka, sehingga tindakan-tindakan seperti ini dapat meningkatkan ketegangan antara kedua pihak.
Tanggapan dari Pemimpin Taiwan
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyatakan komitmennya untuk melindungi kedaulatan negara dan menjaga keamanan seluruh warga negara. Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan intervensi dari pihak luar, termasuk Tiongkok, dalam urusan internal Taiwan.
Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Tiongkok belakangan ini telah memicu kenaikan tingkat ketegangan yang sangat tinggi antara kedua negara. Dalam beberapa bulan terakhir, khususnya pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, Tiongkok melakukan latihan militer besar-besaran dengan mengelilingi Taiwan. Hal ini membuat Taiwan meningkatkan persiapan dan kewaspadaan secara signifikan.
Perkembangan Militer Tiongkok
Laporan Pentagon yang diterbitkan bulan lalu menunjukkan bahwa Tiongkok mungkin telah mengerahkan lebih dari 100 rudal balistik antarbenua (ICBM) di berbagai lokasi silo peluncuran. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk memperluas kemampuan nuklir Tiongkok secara cepat. Laporan tersebut juga menyoroti ambisi militer Tiongkok yang semakin besar dan fokus strategisnya pada Taiwan.
Selain itu, proyeksi menunjukkan bahwa jumlah hulu ledak nuklir Tiongkok pada tahun 2024 mencapai angka 600-an. Jika perkembangan terus berlanjut, jumlah ini bisa melebihi 1.000 hulu ledak pada tahun 2030. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok terus memodernisasi senjata nuklirnya dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain yang memiliki senjata nuklir.
Dengan situasi yang semakin memanas, kekhawatiran akan konflik terbuka antara Tiongkok dan Taiwan semakin nyata. Kedua pihak harus terus memantau perkembangan terkini dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas regional.



Posting Komentar