
Ringkasan Berita:
- Tembok Prabuwinatan yang roboh pada 2018 kini dibangun kembali bersama gedung gardu listrik.
- Yayasan Kusumo Buwono mengumpulkan sekitar Rp400 juta untuk revitalisasi tahap awal.
- Kawasan yang sudah direvitalisasi kini dapat dikunjungi setiap Sabtu sore.
Laporan Wartawan BROKERJA.COM, Ahmad Syarifudin
BROKERJA.COM, SOLO - Tembok Prabuwinatan yang sempat roboh pada 2018 karena termakan usia kini kembali berdiri setelah direvitalisasi Yayasan Kusumo Buwono Jakarta.
Tak hanya tembok, yayasan tersebut juga melakukan pembangunan kembali gedung gardu listrik yang berada di dalam kompleks bagian dari Keraton Kasunanan Surakarta tersebut.
Ketua Yayasan Kusumo Buwono, Nina Akbar Tandjung, mengatakan pembangunan dilakukan setelah pihaknya mengumpulkan dana melalui sejumlah kegiatan.
“Kami dari Yayasan Kusumo Buwono Jakarta. Pernah menyelenggarakan suatu event yang dihadiri Panembahan Agung juga. Mengumpulkan suatu dana yaitu untuk bisa terwujud menambal ini,” jelas Nina, Rabu (23/9/2026).
Menurut Nina, revitalisasi tersebut belum mencakup seluruh bangunan yang ada di kompleks Prabuwinatan.
Sejauh ini, dana sekitar Rp400 juta berhasil dikumpulkan dan digunakan untuk membangun tembok, gedung gardu listrik serta merapikan bagian depan kawasan.
“Di sini ada dua gedung disebut sentra tempat listrik. Kami dari Yayasan Kusumo Buwono belum selesai. Kemanfaatannya untuk masyarakat. Sementara ini penguatan fondasi. Sekitar 400 jutaan sudah terwujud menjadi satu ruangan instalasi ketika bangunan roboh dan ada alat-alat itu,” jelasnya.
Mulai Dibuka untuk Masyarakat
Meski belum seluruhnya direvitalisasi, kawasan tersebut kini mulai dibuka untuk masyarakat.
Bangunan Prabuwinatan dapat dikunjungi wisatawan setiap Sabtu sore. Selain kunjungan, pihak yayasan juga membuka peluang pemanfaatan gedung untuk kegiatan yang berkaitan dengan sosial dan budaya.
“Sekarang ini kalau diutuhkan pasti memakan banyak biaya. Maka yang terbuka akan kita manfaatkan. Rencananya akan begitu. Dimanfaatkan untuk sosial budaya,” jelasnya.
Nina berharap keberadaan bangunan dan peralatan kelistrikan lama di kawasan tersebut dapat menjadi bahan penelitian, khususnya terkait teknologi listrik pada masa lalu.
“Kami berkeinginan ini suatu peradaban teknik listrik ada mahasiswa fakultas teknik mengapa ada temuan itu dan ada bak-bak air untuk pendinginan jaman dulu,” tuturnya.
Hasil revitalisasi tersebut turut ditinjau Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Rabu (23/9/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan setelah sebelumnya menghadiri peresmian Revitalisasi Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta.



Posting Komentar