
Musim Durian di Klaten Mulai Berlangsung
Musim durian di Klaten mulai memasuki fase panen, dengan hasil pertanian yang mulai dirasakan oleh warga Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Meski belum seluruhnya terkumpul, kawasan ini telah menunjukkan tanda-tanda puncak musim durian yang akan segera tiba.
Mayoritas durian yang beredar adalah durian lokal, seperti jenis Petruk, yang memiliki rasa khas manis dan pahit yang sangat diminati oleh para pengunjung. Jenis durian ini tidak hanya disukai oleh masyarakat setempat, tetapi juga oleh pengunjung dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Penjual Durian Lokal Mulai Banyak Muncul
Salah satu penjual durian lokal yang cukup dikenal adalah Lapak Wahyu Durian. Lapak ini melayani puluhan hingga ratusan buah durian per hari. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp35 ribu hingga lebih tinggi untuk durian super. Pengunjung datang dari berbagai wilayah, termasuk dari Solo Raya hingga mancanegara.
Pemilik lapak, Wahyu (29), mengatakan bahwa usaha ini sudah berjalan selama empat tahun. Sebelumnya, ia pernah menjual durian di jalan umum, namun kini fokus pada usaha di rumah. Ia menyediakan durian lokal seperti Petruk yang memiliki cita rasa khas dan banyak dicari oleh konsumen.
Permintaan Tinggi Setiap Hari
Setiap harinya, jumlah pengunjung yang datang ke lapak Wahyu cukup besar. Pada hari biasa, rata-rata ada 60–70 buah durian yang terjual, sedangkan pada akhir pekan bisa mencapai 130–150 biji. Hal ini menunjukkan permintaan yang tinggi terhadap durian lokal.
Tidak hanya dari wilayah lokal, pengunjung juga berasal dari luar kota. Misalnya, ada pengunjung dari Jogja, Selandia Baru, dan Jepang. Beberapa dari mereka bahkan sempat mencoba durian lokal dan merasa puas dengan rasanya.
Harga dan Variasi Produk
Harga durian di Lapak Wahyu Durian sesuai dengan standar pasar. Untuk durian yang digaransi, harga dimulai dari Rp35 ribu. Selain itu, tersedia juga paket durian dengan harga Rp100 ribu untuk tiga buah durian. Namun, stok untuk paket ini terbatas.
Untuk durian super, harga bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Contohnya, ada durian dengan berat 8 kilogram yang dijual hingga Rp250 ribu. Harga tersebut tergantung pada kualitas dan ukuran durian.
Jam Operasional dan Keberlanjutan Usaha
Lapak Wahyu Durian buka mulai pukul 08.00 WIB dan tutup saat stok habis. Meskipun jam operasionalnya tidak terlalu lama, pengelola tetap siap melayani pengunjung hingga jam 22.00 jika masih ada stok yang tersisa.
Selain menjual durian, Wahyu juga bekerja sama dengan petani lokal untuk mendapatkan durian segar. Hal ini membantu meningkatkan pendapatan petani dan memberikan produk berkualitas kepada konsumen.
Perkembangan Petani Durian
Petani durian di Klaten, seperti Raharjo (43), juga mulai merasakan hasil panen. Ia memiliki 10 pohon durian yang ditanam sendiri. Dari satu pohon, bisa menghasilkan sekitar 40 biji durian. Meski hasil total belum sepenuhnya terkumpul, ia yakin bahwa musim ini akan menjadi momen yang baik bagi para petani.
Raharjo juga menyebutkan bahwa rasa durian bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi alam. Beberapa durian memiliki rasa yang enak, sementara yang lain kurang terasa. Hal ini menjadi tantangan bagi para petani dalam menjaga kualitas produksi.
Kesimpulan
Musim durian di Klaten mulai berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Para petani dan penjual durian lokal mulai merasakan manfaat dari hasil panen. Tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga dari segi promosi dan peningkatan kualitas produk. Dengan adanya permintaan yang stabil, usaha durian lokal diharapkan bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.



Posting Komentar