
Peringatan dari Mulan Jameela Tak Digubris, Ahmad Dhani Beberkan Fakta di Balik Postingan tentang Maia Estianty
Ahmad Dhani, musisi sekaligus anggota DPR RI, kembali menjadi sorotan setelah mengungkit konflik lama dengan mantan istrinya, Maia Estianty. Pemilik nama lengkap Ahmad Dhani ini sering kali menuai perhatian publik karena kontroversi yang terjadi dalam kehidupan pribadinya.
Setelah pernikahan anak keduanya, El Rumi dengan Syifa Hadju, Ahmad Dhani kembali menyentuh isu perseteruan antara dirinya dan Maia Estianty. Ia membeberkan alasan perceraian serta menuduh bahwa Maia membuat laporan palsu ke polisi pada tahun 2007 silam. Tindakan tersebut memicu reaksi netizen yang beragam, sehingga cuitannya viral di media sosial.
Di tengah situasi ini, akun Instagram Ahmad Dhani sempat menghilang dan diretas. Setelah beberapa waktu, akun tersebut kembali muncul, tetapi tidak lama kemudian kembali diretas. Kejadian ini memicu kekhawatiran bagi para pengikutnya.
Tanggapan dari Keluarga dan Kekhawatiran atas Konten yang Diunggah
Setelah sederet peristiwa tersebut, Ahmad Dhani mengakui bahwa tindakannya itu ditentang oleh keluarganya, termasuk sang istri, Mulan Jameela. Ia mengatakan bahwa Mulan menegur dirinya karena unggahan terakhir yang berkaitan dengan Maia Estianty.
"Yang pasti saya dimarahin sama keluarga, terutama sama istri gara-gara posting yang terakhir itu (soal Maia) kan," ujar Ahmad Dhani.
Selain Mulan Jameela, teguran juga datang dari anak sulungnya, Al Ghazali, dan adik kandungnya. Mereka mencoba menahan Ahmad Dhani agar tidak lagi membuat unggahan kontroversial di internet. Namun, ia merasa sulit untuk menerima nasihat tersebut.
"Ya ada kan (yang menahan), cuma kan saya nggak bisa ditahan orangnya. Dari Al ada, dari adik saya ada, dari istri," kata Dhani.
Ia juga mengakui bahwa dirinya memang sulit menerima nasihat, termasuk dari sang istri sendiri. Meski begitu, ia harus menerima konsekuensi setelah akun Instagram miliknya diretas.
Akun Diretas dan Penipuan Berkedok Jual Beli Emas
Akun media sosial Ahmad Dhani diduga diretas oleh pihak tak bertanggung jawab dan digunakan untuk melakukan penipuan berkedok jual beli emas. Akibatnya, sejumlah orang dikabarkan mengalami kerugian setelah mentransfer uang kepada pelaku yang mencatut nama Ahmad Dhani melalui akun Instagram @ahmaddhaniofficial.
Menindaklanjuti kasus ini, Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian, resmi melaporkan dugaan peretasan dan akses ilegal tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 7 Mei 2026. Aldwin menjelaskan bahwa laporan dibuat setelah muncul beberapa korban yang menghubunginya secara langsung usai akun Instagram Ahmad Dhani diretas.
"Jadi hari ini menindaklanjuti apa yang kemarin disampaikan karena kan waktu tenggang peretasan dari pagi sampai siang itu ternyata ada korban dan bukan hanya satu orang, ternyata ada beberapa korban, beberapa DM saya langsung gitu, ada lagi korbannya," ujar Aldwin.
Kronologi Akun Instagram Ahmad Dhani Diretas
Sebelumnya, akun Instagram Ahmad Dhani sempat hilang di tengah memanasnya hubungannya dengan Maia Estianty. Namun, pada Selasa (5/5/2026), akun tersebut muncul kembali dan sempat memposting soal perseteruannya dengan sang mantan istri. Belum sehari akun tersebut kembali, Instagram Ahmad Dhani malah diretas.
Akun tersebut digunakan untuk berjualan emas. "Dihack tadi pagi jam enam setelah dari jam 12 malam mereka meretas, terjadi perang elektronik lah," ungkap Ahmad Dhani.
Ia menyebut akun miliknya digunakan untuk melakukan penipuan penjualan emas. Atas kejadian itu, ada korban yang meminta tanggung jawab kepadanya karena telah memberikan uang untuk membeli emas. Dhani merasa kejadian ini merupakan ulah dari pihak yang ingin menjatuhkan namanya.
"Yang jelas kalau menurut saya sih ini hanya kamuflase aja. Ini sebenarnya pembunuh bayaran aja gitu," ucapnya.
Ia bersyukur kini akun Instagram-nya bisa diselamatkan dengan bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pihaknya pun sudah mengantongi identitas pelaku. "Untungnya kita punya teman di Komdigi ya di Meta dan bisa diselamatkan, dan kita sudah mengetahui identitas pelaku yaitu di Sulawesi," terang Dhani.



Posting Komentar