
Pengalaman Pilu Seorang Pemuda yang Dikeroyok Massa Setelah Dituduh Begal
Seorang pemuda berusia 28 tahun bernama Rizky Ramadhan Anwari mengalami pengalaman tidak terduga saat kembali dari menjemput pacarnya. Insiden ini terjadi di Jalan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada malam hari tanggal 7 Mei 2026. Kejadian tersebut menimbulkan rasa trauma dan kekecewaan terhadap warga sekitar yang tiba-tiba mengeroyoknya tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan situasi.
Pada malam kejadian, Rizky sedang berada di Jalan Soekarno-Hatta dekat Terminal Leuwipanjang. Di sana, ia dihampiri oleh tiga orang pelaku yang menggunakan penutup wajah dan mengaku sebagai anggota polisi. Mereka meminta Rizky menyerahkan ponselnya untuk diperiksa, tetapi korban menolak. Hal ini membuat para pelaku marah dan menuduh Rizky menggunakan narkoba. Akibatnya, korban diminta untuk melakukan tes urine di wilayah Sukajadi.
Rizky akhirnya menuruti permintaan pelaku karena merasa tidak menggunakan narkoba. Motor korban kemudian dibawa oleh pelaku. Setibanya di Jalan Babakan Ciparay, pelaku berhenti dengan alasan ingin buang air kecil dan meminta korban turun dari motornya. Saat itu, pelaku langsung kabur membawa motor korban.
Korban mencoba mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong, namun komplotan tersebut justru meneriaki balik Rizky sebagai begal. “Saya justru dituduh begal,” ujar Rizky.
Tanpa banyak waktu untuk menjelaskan, warga setempat langsung mengeroyok korban. Untungnya, ada petugas dari Tim Prabu Polrestabes Bandung yang datang dan melerai. Para pelaku kemudian diminta untuk menunjukkan surat kendaraan, tetapi mereka gagal melakukannya.
“Jika benar motor ini milik mereka, saya bertanya ‘Mana surat-suratnya?’ Mereka justru down dan tidak bisa menjawab,” kata Rizky. Setelah itu, ketiga pelaku ditangkap dan dibawa ke Polsek Babakan Ciparay untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Rizky dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Ia mengalami luka-luka seperti benjolan di kepala dan luka di tangan kiri akibat dipukul dan ditendang. Meski sudah pulang ke rumah, Rizky masih merasa kesal karena warga tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan kejadian tersebut.
Rizky belum dapat memastikan apakah akan melaporkan warga yang mengeroyoknya. Ia mengaku sudah lupa wajah-wajah yang menyerangnya. Namun, ia tetap fokus untuk memproses hukum tiga pelaku yang telah ditangkap oleh polisi.
Sebelumnya, tiga terduga pelaku begal dengan inisial YNS, RSD, dan AR sudah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Babakan Ciparay. Barang bukti motor yang diduga dibegal juga sudah disita. Mereka belum ditetapkan sebagai tersangka.
Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya pada tindakan yang tidak jelas. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan betapa pentingnya prosedur hukum yang jelas dalam menangani kejahatan.



Posting Komentar