P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Aksi Penipuan Gus Gadungan di Boyolali Terungkap, Menjaring Jemaah Calon Korban Melalui Pengajian

Modus Penipuan Gus W yang Menggemparkan Warga Boyolali

Gus W alias WAG diketahui melakukan aksi penipuan dengan modus yang cukup rumit dan terencana. Ia menyamar sebagai pendakwah untuk mendekati warga Dukuh Sambiroto, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Aksi ini dilakukan pada awal Juli 2026, saat ia memperkenalkan diri sebagai seorang ahli agama sekaligus pendakwah.

Penampilannya yang tampak alim membuat warga menerima keberadaannya. Bahkan, WAG sempat diundang untuk mengisi pengajian di masjid setempat. Dari situ, ia mulai memperhatikan para jemaah dan mencari calon korban.

Profiling Jemaah Melalui Pengajian

WAG tidak langsung menentukan target penipuan. Ia lebih dahulu mengamati para jemaah melalui kegiatan pengajian yang diisinya. Dengan pengalaman sebelumnya dalam kasus penipuan, WAG diduga mampu membaca kondisi calon korban. Ia kemudian menggali informasi mengenai kehidupan, kondisi ekonomi, hingga harta yang dimiliki jemaah.

Modus ini menjadi salah satu strategi yang digunakan oleh pelaku. "Modus dengan tipu daya yaitu yang bersangkutan mulai memprofiling dari kegiatan pengajian tersebut untuk melihat mana jemaah yang berpotensi untuk dilakukan penipuan," ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indra Wira Saputra.

Setelah mendapatkan sasaran, WAG mendekati korban dan mengumpulkan informasi lebih jauh mengenai kondisi ekonomi serta harta yang dimiliki. Informasi tersebut kemudian ia gunakan untuk menyusun cerita yang dapat membuat korban percaya.

Cerita Mistis Jadi Bagian dari Modus Penipuan

Dalam kasus di Dukuh Sambiroto, WAG mengetahui korban tidak lama lagi akan memiliki menantu dari salah satu kota. Informasi itu kemudian ia manfaatkan untuk membuat cerita mistis. WAG mengarang cerita bahwa daerah asal calon menantu korban memiliki daya magis yang kuat dan dapat membahayakan keluarga.

Korban yang sudah terpengaruh kemudian mendapat tawaran ritual tertentu. Ritual tersebut WAG klaim sebagai cara untuk menghindari mara bahaya. Namun, ritual itu ternyata menjadi bagian dari skenario penipuan.

Uang Mainan Disiapkan Sehari Sebelum Beraksi

Sehari sebelum mendatangi korban, WAG diduga sudah menyiapkan uang mainan dengan nominal yang dibuat menyerupai jumlah uang asli milik korban. Ia juga menyiapkan kain merah bertuliskan huruf Arab untuk membungkus uang tersebut.

"Sehari sebelum Gus W mendatangi korban, sudah merencanakan dengan mempersiapkan uang mainan tersebut dan perangkat (kain merah bertuliskan Arab) yang digunakan untuk membungkus uang," ungkap AKP Indra Wira Saputra.

Saat ritual berlangsung, WAG kemudian memanfaatkan kelengahan korban untuk menjalankan aksinya. Ia menukar uang asli milik korban dengan uang mainan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Gus W Disebut Pernah Melakukan Penipuan Serupa

Aksi WAG di Boyolali ternyata bukan kali pertama. Polisi menyebut pelaku memiliki pengalaman dalam melakukan penipuan. Dalam menjalankan aksinya, WAG juga tidak sembarangan memilih korban. Ia terlebih dahulu melakukan pengamatan melalui pengajian untuk mencari jemaah yang dianggap berpotensi menjadi sasaran.

Setelah target ditemukan, WAG menggali informasi tentang kondisi ekonomi dan harta korban. Ia kemudian menggunakan informasi tersebut untuk membangun cerita yang sesuai dengan kondisi korban. Cerita mistis dan ritual menjadi sarana untuk membuat korban percaya hingga menyerahkan uang.

Polisi menduga WAG menjalankan aksi penipuan karena faktor ekonomi. Selain itu, pelaku juga disebut memiliki utang. "Motif karena ekonomi dan juga memiliki utang," pungkasnya.

Posting Komentar

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.