Masa Depan Marcus Rashford di Manchester United
Masalah terbesar yang dihadapi Marcus Rashford dalam beberapa waktu terakhir adalah masa depannya di Old Trafford. Meskipun Michael Carrick, pelatih sementara Manchester United (MU), masih membuka peluang untuk mempertahankannya, Rashford sendiri tampaknya lebih ingin meninggalkan klub secara permanen.
Beberapa klub besar disebut tertarik merekrut pemain berusia 28 tahun ini, termasuk Fenerbahce, Arsenal, dan sejumlah klub dari Arab Saudi. Namun, gaji Rashford yang mencapai £300.000 per pekan menjadi hambatan utama dalam proses transfer tersebut. Jika MU gagal menjualnya pada musim panas ini, Rashford bisa kehilangan posisinya secara gratis pada 2028.
Perjalanan Rashford di Bursa Transfer
Sebelumnya, Rashford sempat tersisih dari skuad MU setelah tidak masuk dalam rencana Ruben Amorim. Situasi ini membuatnya dipinjamkan ke Aston Villa pada Februari 2025. Setelah menunjukkan performa yang cukup baik bersama klub tersebut, Rashford kembali ke jalur keberhasilan ketika bergabung dengan Barcelona pada musim 2025/2026.
Di Barcelona, Rashford tampil gemilang dan turut membantu tim meraih gelar LaLiga dengan torehan 28 kontribusi gol di semua kompetisi. Ia juga mencatatkan lima gol dan empat assist di Liga Champions. Performa tersebut membuat banyak pihak yakin bahwa Barcelona akan mempermanenkan statusnya. Namun, Blaugrana akhirnya memilih untuk tidak mengaktifkan opsi pembelian senilai 26 juta poundsterling.
Akibatnya, Rashford harus kembali ke Manchester United pada musim panas ini. 
Banyak Klub Tertarik, Rashford Tetap Ingin Pergi
Setelah kembali ke Old Trafford, Rashford langsung dikaitkan dengan sejumlah klub dari berbagai negara. Fenerbahce dilaporkan ingin meminjamnya, sementara Arsenal disebut tertarik menukar pemainnya dengan Myles Lewis-Skelly. Di sisi lain, Arab Saudi juga disebut tertarik mendapatkan jasanya.
Namun, menurut laporan terbaru, Rashford lebih memilih meninggalkan MU secara permanen. Ia ingin mencari tantangan baru setelah melewati periode sulit selama 18 bulan terakhir di Old Trafford.
Michael Carrick, yang kini menangani MU, membuka peluang untuk mengintegrasikan kembali Rashford ke dalam skuad. Bahkan, Rashford diberikan nomor punggung 14 untuk musim 2026/2027 sebagai bentuk kepercayaan klub terhadap dirinya. Nomor tersebut sebelumnya digunakan oleh Christian Eriksen.
Rashford bisa menjadi solusi bagi Carrick di sektor sayap kiri maupun opsi tambahan di lini depan untuk bersaing dengan Benjamin Sesko.
Gaji Tinggi Jadi Masalah Besar
Masalah terbesar dalam upaya MU melepas Rashford adalah gajinya yang sangat tinggi. Menurut laporan Capology, Rashford menerima bayaran sekitar £300.000 (sekitar Rp7,2 miliar) per pekan atau £15,6 juta (sekitar Rp376,9 miliar) per tahun di Old Trafford.
Nominal tersebut membuat klub-klub peminat harus berpikir matang sebelum mengajukan tawaran, terutama jika mereka harus menanggung sebagian besar atau seluruh gaji sang pemain. Kontrak Rashford sendiri masih berlaku hingga 2028.
Artinya, MU memiliki dua pilihan jika gagal menjualnya pada musim panas ini. Rashford bisa bertahan hingga kontraknya berakhir dan meninggalkan klub secara gratis pada 2028. Alternatif lainnya, ia menjalani musim 2026/2027 untuk membuktikan kembali kualitasnya sebelum mencari klub baru pada 2027.
Bagi MU, menjual Rashford musim panas ini menjadi opsi yang lebih menguntungkan secara finansial. Namun, tingginya gaji sang pemain membuat proses tersebut tidak mudah. Klub peminat memang banyak, tetapi gaji £300 ribu per pekan Rashford menjadi tembok besar yang harus diatasi MU jika ingin segera melepasnya.



Posting Komentar