
Ringkasan Berita:1. Polres Kepulauan Sula terus berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan sambang warga di sejumlah kawasan perkebunan2. Dalam upaya pencegahan tersebut, polisi berdiskusi langsung dengan para petani sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya pembukaan maupun pembersihan lahan menggunakan api3. Warga diimbau agar tidak menganggap pembakaran sebagai cara praktis untuk membersihkan area perkebunan
BROKERJA.COM, SANANA - Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara terus berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan sambang warga di sejumlah kawasan perkebunan.
Dalam upaya pencegahan tersebut, polisi berdiskusi langsung dengan para petani sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya pembukaan maupun pembersihan lahan menggunakan api.
Warga diimbau agar tidak menganggap pembakaran sebagai cara praktis untuk membersihkan area perkebunan.
Terlebih lagi, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat api merambat cepat ke area lain sehingga sulit dikendalikan.
Selain menyampaikan imbauan, polisi mengajak warga berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melapor jika menemukan titik api atau kebakaran yang berpotensi meluas.
Menurut Kasat Samapta Polres Kepulauan Sula Iptu Jarwadi Rumakuwaur, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari seluruh pihak.
"Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas kepolisian. Kami mengajak seluruh warga, khususnya para petani, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, "kata Iptu Jarwadi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Dikatakan, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengintensifkan patroli dan kegiatan sambang warga untuk memberikan edukasi sekaligus mendeteksi potensi Karhutla.
Polres Kepulauan Sula berharap kesadaran warga semakin meningkat, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sebelum menimbulkan kerusakan lingkungan maupun kerugian bagi warga.
Warga juga diminta segera menghubungi pihak kepolisian jika melihat adanya kebakaran atau titik api agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
"Kami juga berharap masyarakat di Kepulauan Sula tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu Karhutla skala besar, "tandasnya. (*)



Posting Komentar