P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Ditinggal mudik, deretan toko di Denpasar ludes terbakar subuh hari, kepulan asap membumbung

Ditinggal mudik, deretan toko di Denpasar ludes terbakar subuh hari, kepulan asap membumbung

BROKERJA.COM, DENPASAR - Tiga unit tempat usaha di Jalan Padma, Gang Indrablaka II Nomor 8, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, ludes dilalap api pada Rabu 23 September 2025 sekitar pukul 05.00 WITA. 

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyampaikan kebakaran tersebut melanda toko sol sepatu dan sadel motor, toko canang, serta bangunan ruko kontrakan.

"Kebakaran diduga dipicu oleh dugaan korsleting listrik saat seluruh bangunan masih dalam kondisi kosong tanpa penghuni," beber Iptu Gede Adi, pada Kamis 24 September 2026.

Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar yang langsung membuat panik melihat kepulan asap tebal membubung di waktu subuh. 

Warga kemudian segera menghubungi para penyewa dan pemilik bangunan yang saat itu semuanya tidak berada di lokasi kejadian.

Jajaran kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pendataan dan olah tempat kejadian.

Salah satu korban, Budi Wibowo (44), bahkan baru mengetahui tempat usahanya musnah saat dirinya masih berada di kampung halamannya di Jawa. 

Pria yang menyewa ruko untuk usaha sol sepatu dan servis sadel motor itu dihubungi pemilik tanah sesaat setelah api membesar. 

Akibat insiden ini, seluruh peralatan dan material di dalam bengkelnya hangus tak bersisa.

Nasib serupa dialami Ni Ketut Ariani (39), pemilik toko canang yang rukonya bersebelahan dengan bengkel Budi. 

Saat api berkobar, Ariani masih berada di indekosnya di kawasan Jalan Nangka Permai lantaran tokonya baru dijadwalkan buka pukul 06.00 WITA. 

Begitu tiba di lokasi, sarana upakara dan dagangan canang miliknya sudah menjadi arang. 

Sementara itu, pemilik bangunan, Made Gede Sandana (50), juga baru mengetahui asetnya terbakar setelah menerima laporan warga sekitar.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Petugas berjibaku selama sekitar 30 menit hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum merembet ke pemukiman lain.

“Api berhasil dipadamkan sekitar tiga puluh menit setelah dua unit armada damkar Denpasar tiba di TKP,” kata Iptu Gede Adi.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp110 juta. 

Kerugian terinci dari bangunan ruko milik Made Gede sebesar Rp25 juta, peralatan dan stok bengkel milik Budi sebesar Rp75 juta, serta dagangan canang milik Ariani sebesar Rp10 juta.

Mengenai pemicu amukan api, kepolisian menduga kuat adanya masalah pada instalasi kelistrikan di dalam deretan ruko sewaan tersebut. 

Banyaknya material yang mudah terbakar seperti busa sadel, kulit sintetis, lem, hingga janur kering membuat api menjalar dengan sangat cepat.

“Dugaan sementara api dipicu korsleting listrik. Kondisi toko yang kosong dan banyaknya bahan mudah terbakar membuat kobaran cepat membesar,” pungkas Iptu Gede Adi. (*)

Posting Komentar

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.