Ringkasan Berita:
- Aksi buruh Kamis berlangsung dari Semanggi menuju Menara UOB, tanpa memasuki kawasan Bundaran HI maupun Menteng.
- Perwakilan buruh menyerahkan petisi kepada pemerintah, dengan aksi ditargetkan selesai sebelum pukul 13.00 WIB.
- Sebanyak 11 tuntutan disuarakan, mencakup perlindungan kerja, upah layak, jaminan pesangon, serta kebebasan berserikat.
BROKERJA.COM, JAKARTA -Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan aksi damai hari ini, Kamis (24/9/2026) tidak akan memasuki kawasan Bundaran HI maupun Menteng.
Aksi buruh tersebut bagian dari agenda Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI).
Rencananya, massa akan berkumpul di kawasan Semanggi kemudian bergerak dengan konvoi sepeda motor menuju depan Menara UOB di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Andi Gani Nena Wea memastikan massa tidak akan menyentuh kawasan Bundaran HI.
"Kami juga tidak akan menyentuh Bundaran HI. Tidak. Karena nanti khawatir dipolitisir, 'Oh kalau Koalisi Besar dibolehkan tembus ke HI, mahasiswa dilarang,' nah ini kan mau memecah belah," kata Andi Gani dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Selain aksi massa, perwakilan KBPBI dijadwalkan menyerahkan petisi dan aspirasi buruh kepada pemerintah.
Pada sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah pimpinan konfederasi buruh akan menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Bina Graha.
Petisi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi jam 09.00 WIB pagi itu, ada pimpinan buruh yang memimpin aksi massa langsung, dan ada juga yang mengirimkan petisi, surat pada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto," ujar Andi.
Aksi Disebut sebagai Pilihan Terakhir
Andi Gani mengatakan aksi tersebut merupakan pilihan terakhir setelah pihaknya menempuh jalur diplomasi selama sekitar empat bulan.
"Pilihan ini pilihan yang sangat-sangat terakhir buat kami," katanya.
Ia juga membantah anggapan bahwa aksi buruh berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Andi, hubungan buruh dengan Presiden Prabowo tetap baik.
Ia menyebut pemerintah selama ini masih membuka ruang dialog dengan kelompok buruh.
Karena itu, penyerahan petisi ke Istana disebut sebagai bentuk komunikasi antara buruh dan pemerintah.
"Seperti ayah kami, ini kirim surat anak ke ayahnya. Jadi tidak ada petisi yang menyeramkan, mengancam, tidak ada," ujar Andi.
Ia memastikan aksi berlangsung singkat. Setelah delegasi menyampaikan aspirasi dan memperoleh respons dari pihak Istana, massa akan dibubarkan.
Andi menargetkan seluruh rangkaian aksi selesai sebelum pukul 13.00 WIB.
11 Tuntutan Buruh
Dalam aksi tersebut, buruh membawa sejumlah tuntutan terkait perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Berikut tuntutan yang disampaikan:
1.Mewujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang berpihak pada kepentingan buruh.
2. Menjamin kepastian kerja, termasuk menghentikan eksploitasi sistem outsourcing dan pekerja kontrak serta mencegah penyalahgunaan program pemagangan.
3. Menjamin hak atas upah yang layak dan bermartabat, termasuk menghapus sistem koefisien nilai tertentu yang dinilai tidak jelas.
4. Melindungi pekerja platform, termasuk pekerja media, pengemudi ojek online, serta pekerja yang terdampak transisi iklim.
5. Menjamin hak pesangon dan mencegah PHK sepihak.
6. Memperkuat serikat pekerja dan menjamin kebebasan berserikat.
7. Menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja serta kesejahteraan pekerja sebagai bagian utama pembangunan.
8. Memperkuat sanksi dan penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak buruh.
9. Menjamin perlindungan buruh perempuan, termasuk terkait hak cuti haid.
10. Membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan kelompok pekerja rentan lainnya.
11. Menjalankan program upskilling dan reskilling bagi buruh untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat teknologi dan otomatisasi.
Jalur Alternatif Menuju Monas
Bagi masyarakat dari Jakarta Barat yang hendak menuju kawasan Monas, polisi menyiapkan rute alternatif melalui:
Jalan Tomang Raya – Jalan Suryopranoto – Harmoni – Monas.
Sementara masyarakat dari Jakarta Selatan dapat menggunakan rute:
Jalan Tendean – Jalan HR Rasuna Said – Jalan HOS Cokroaminoto – Tugu Tani – Monas.
Sedangkan pengguna jalan dari Jakarta Timur dapat melintasi:
Jalan Jatinegara – Jalan Kramat Raya – Tugu Tani – Monas.
Alternatif dari Semanggi dan Gatot Subroto
Bagi pengguna jalan dari Simpang Semanggi yang hendak menuju Slipi atau Tomang, perjalanan dapat dialihkan melalui:
Jalan Sudirman – Bendungan Hilir – Pejompongan – Jalan Letjen S. Parman.
Sementara dari kawasan Jalan Gatot Subroto, pengguna jalan dapat memilih rute:
Jalan Gerbang Pemuda – Patal Senayan – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letjen S. Parman.
Masyarakat Diminta Pantau Kondisi Lalu Lintas
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan sejak awal.
Pengguna jalan juga diminta menyesuaikan waktu keberangkatan dan memantau perkembangan lalu lintas sebelum bepergian.
"Pantau informasi terbaru melalui media sosial TMC Polda Metro Jaya, gunakan jalur alternatif apabila diperlukan, dan ikuti arahan petugas di lapangan," kata Budi.
Menurutnya, pengaturan lalu lintas akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar.
"Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila mobilitasnya sedikit terganggu. Pengaturan ini kami lakukan agar seluruh aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan lancar dan aman," tutup Budi.
Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) memastikan aksi damai besar-besaran di Jakarta, terlaksana pada Kamis (24/9/2026).
Sebanyak 50 ribu buruh dari berbagai daerah disiapkan untuk mengawal penyampaian aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Demo Buruh 24 September di Jakarta, Ini 11 Tuntutan yang Disuarakan
dan
Demo Buruh dan Hari Tani, Hindari Sudirman-Thamrin dan Monas, Ini Rute Alternatif



Posting Komentar