P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Alasan Perusahaan Asuransi Luncurkan Produk Kesehatan Jangka Panjang

Tren Produk Asuransi Jiwa yang Berkembang Pesat

Dalam tiga bulan terakhir, sejumlah perusahaan asuransi, khususnya asuransi jiwa, telah meluncurkan berbagai produk yang menekankan pada kesehatan, perlindungan jangka panjang, dan segmen usia produktif hingga lansia. Hal ini menjadi indikasi bahwa industri asuransi sedang mengalami pergeseran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan bahwa tren ini didorong oleh pertumbuhan premi produk tradisional sebesar rata-rata 12,4% selama tiga tahun terakhir atau sepanjang periode 2023–2025. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menjelaskan bahwa premi produk tradisional memberikan kontribusi di atas 55% terhadap total premi industri. Bahkan, pada semester I/2025, kontribusinya mencapai 63% terhadap total premi. Ini menunjukkan bahwa produk tradisional masih menjadi motor utama pertumbuhan industri asuransi jiwa.

Menurut Togar, tren ini memunculkan optimisme bahwa produk asuransi jiwa tradisional akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya minat dan kebutuhan masyarakat terhadap produk tersebut. Ia juga menambahkan bahwa setiap produk memiliki karakteristik perlindungan jangka panjang yang fokus pada perlindungan jiwa dan kesehatan sebagai jaminan dasar. Hal ini tentu sejalan dengan peningkatan pendapatan premi dari produk asuransi jiwa tradisional.

Target Usia Produktif dan Lansia

Selain itu, industri asuransi kini lebih menargetkan usia produktif karena jumlah kelompok ini mencapai 199 juta jiwa atau 68% dari total populasi Indonesia. Masyarakat usia produktif dinilai memiliki kemampuan untuk membayar premi dan sedang dalam tahap penyusunan rencana masa depan. Hal ini menjadi peluang besar bagi industri asuransi jiwa dalam meningkatkan penetrasi asuransi jiwa.

Sementara itu, untuk target usia lansia, perusahaan asuransi cenderung ingin menyasar kelompok masyarakat yang sudah matang secara finansial. Dengan demikian, mereka dapat memperluas pangsa pasar dan memenuhi kebutuhan perlindungan jangka panjang.

Minat Masyarakat Terhadap Asuransi Kesehatan

Togar juga menilai bahwa minat masyarakat terhadap asuransi kesehatan semakin tinggi. Salah satu faktornya adalah biaya perawatan kesehatan yang tergolong mahal. Selain itu, kesadaran masyarakat akan perlindungan kesehatan juga meningkat seiring dengan jumlah kasus penyakit kritis yang semakin banyak.

Delapan Perusahaan Meluncurkan Produk Baru

Berdasarkan data yang dirangkum, setidaknya delapan perusahaan asuransi meluncurkan produk baru dalam kurun waktu Januari sampai September 2025. Dari delapan perusahaan tersebut, enam di antaranya adalah perusahaan asuransi jiwa, satu perusahaan asuransi umum, dan satu perusahaan asuransi syariah.

Berikut beberapa produk yang diluncurkan:

  • PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE) meluncurkan produk Smile Critical Ultima Care (SECURE). Produk ini menawarkan perlindungan terhadap penyakit kritis, pemeriksaan kanker sejak dini, serta perlindungan jiwa dan manfaat akhir polis berupa 100% uang pertanggungan jika tertanggung hidup hingga akhir masa asuransi.
  • PT Zurich Topas Life meluncurkan produk Zurich Life Optima (ZLO). Produk ini menawarkan perlindungan hingga usia 100 tahun dengan minimum uang pertanggungan sebesar Rp10 juta. Produk ini dirancang mulai dari usia 30 hari hingga 70 tahun.
  • PT AXA Financial Indonesia (AFI) meluncurkan produk AXA Future Protector. Produk endowment ini memberikan manfaat kematian dan manfaat hidup. Nasabah dapat memilih pencairan dana tunai langsung atau dalam dua tahap pencairan. Segmennya mulai dari 15 tahun sampai 35 tahun.
  • PT Asuransi BRI Life menawarkan perlindungan seumur hidup hingga 99 tahun. Nasabah bisa membayar premi sekaligus di awal, maupun dicicil untuk 5 atau 10 tahun, dengan premi minimal Rp6 juta per tahun.
  • PT Prudential Life Assurance meluncurkan produk PRUSmart Plan. Produk ini memberikan kepastian manfaat tunai bagi nasabah hingga proses pengajuan tanpa pemeriksaan medis. Nasabah cukup membayar premi selama 6 atau 8 tahun untuk memperoleh perlindungan hingga 20 tahun yang disertai dengan manfaat tunai tahunan dan akhir pertanggungan. Usianya mulai dari 21 tahun atau 18 tahun jika sudah menikah.
  • PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon) meluncurkan produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis (POPK). Produk ini memberi layanan perlindungan dari 34 penyakit kritis, memungkinkan double claim atau ditanggung walaupun ada asuransi lainnya. Usia masuk tertanggungnya berada di kisaran 17 sampai 55 tahun.
  • PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meluncurkan produk PRUHeritage Syariah. Produk ini memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun. Kontribusi tetap mulai dari Rp500.000 per bulan atau Rp5,5 juta per tahun dengan pembayaran fleksibel selama 5, 10, dan 15 tahun hingga peserta berusia 60–99 tahun.
  • PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) meluncurkan produk ASLI Anuitas Mapan. Produk ini memiliki segmen minimal 40 tahun. Produk ini mendukung masa pensiun masyarakat dengan premi tunggal dan dipasarkan melalui jalur grup bisnis. Manfaatnya berupa pendapatan bulanan, termasuk JHT, jaminan janda/duda, dan jaminan yatim/piatu serta ditambah manfaat pengembalian premi jika ada.
Posting Komentar

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.