P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Ketika Label dan Narasi Produk Tidak Sesuai: Pelajaran Etika Bisnis dari Bake n Grind

Roti, Narasi, dan Luka yang Tak Terlihat

Di era digital, narasi bukan sekadar alat promosi, ia adalah janji. Janji bahwa produk yang kita beli aman, sesuai label, dan dibuat dengan niat baik. Namun, ketika narasi itu dipalsukan, yang terluka bukan hanya tubuh, tapi juga kepercayaan. Kasus Bake n Grind adalah cermin retak dari bisnis yang kehilangan amanah.

Kronologi: Dari Klaim "Gluten-Free" ke Jerat Hukum

Bake n Grind, toko roti daring yang beroperasi sejak 2019, membangun citra sebagai penyedia makanan sehat: bebas gluten, bebas susu, vegan, dan ramah anak. Produk mereka dijual dengan harga premium, menyasar konsumen yang menjalani diet ketat atau memiliki alergi.

Namun, pada Oktober 2025, seorang ibu bernama Felicia Elizabeth mengunggah kisah pilu: anak balitanya mengalami reaksi alergi parah setelah mengonsumsi roti Bake n Grind yang diklaim "gluten-free". Hasil uji laboratorium menunjukkan produk tersebut mengandung gluten dan susu.

Investigasi publik mengungkap bahwa Bake n Grind tidak memproduksi roti sendiri, melainkan melakukan repackaging dari merek komersial seperti Holland Bakery dan Tous Les Jours. Klaim "gluten-free" ternyata tidak berdasar.

Jerat Hukum: Label Palsu, Ancaman Nyata

Felicia Novenna, pemilik Bake n Grind, kini menghadapi jerat hukum berlapis:

  • UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan
    Pasal 100: Melarang pencantuman informasi menyesatkan pada label pangan. Ancaman: Penjara maksimal 5 tahun atau denda hingga Rp10 miliar.

  • UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
    Pasal 8 ayat (1): Melarang pelaku usaha memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan label. Ancaman: Penjara maksimal 5 tahun atau denda hingga Rp2 miliar.

  • Pasal 378 KUHP tentang Penipuan
    Jika terbukti ada niat menipu demi keuntungan, pelaku bisa dijerat pidana umum.

Felicia Novenna telah bertemu langsung dengan pelapor, meminta maaf, dan menandatangani surat pernyataan bermaterai. Namun, klarifikasi publik yang dijanjikan belum muncul. Akun Instagram @bakengrind_ dan akun pribadi Felicia kini tidak dapat diakses.

Luka Kolektif: Ketika Konsumen Bersatu

Setelah unggahan Felicia viral, banyak korban lain ikut bersuara:

"Aku juga pernah ditipu Bake n Grind, bukan soal gluten-free, tapi kue tart yang rusak desainnya karena pesan via WA. Aku sempat ingin tuntut mereka. Akhirnya uangku dikembalikan 100%." --- komentar akun @funn*

Komunitas parenting, penderita alergi, dan pelaku diet ketat merasa dikhianati. Bagi mereka, label bukan sekadar informasi, tapi perlindungan. Ketika label itu palsu, yang terancam adalah kesehatan dan nyawa.

Pelajaran Etis: Bisnis Bukan Sekadar Cuan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa bisnis bukan hanya soal untung. Ia adalah ladang amanah. Di tengah tren "healthy lifestyle", banyak pelaku usaha tergoda menjual narasi tanpa substansi. Padahal:

  • Amanah berarti menjual produk sesuai klaim.
  • Integritas berarti mengakui kesalahan dan memperbaiki.
  • Transparansi berarti membuka asal-usul produk dan proses produksi.
  • Empati berarti memahami bahwa konsumen adalah manusia, bukan angka.

"Setiap roti yang dijual dengan klaim palsu adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan konsumen." - Refleksi Etis

Bisnis yang berintegritas bukan hanya bertahan lebih lama, tapi juga meninggalkan warisan yang menyembuhkan.

Epilog: Narasi Sebagai Amanah

Dalam tradisi kita, narasi adalah amanah. Label "gluten-free" bukan sekadar strategi pemasaran, tapi janji keselamatan. Ketika janji itu dilanggar, yang rusak bukan hanya tubuh, tapi juga kepercayaan sosial.

Kasus Bake n Grind adalah pelajaran kolektif. Bagi pelaku usaha, ini adalah panggilan untuk kembali pada etika. Bagi penulis dan pembaca, ini adalah momentum untuk mengangkat narasi restoratif: yang jujur, yang menyembuhkan, yang bertanggung jawab.

Posting Komentar

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.