
Warga Desa Tempur Masih Terisolasi Akibat Bencana Longsor
Sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) di Desa Tempur masih mengalami isolasi akibat akses jalan yang terputus total. Hal ini terjadi setelah bencana tanah longsor terjadi di beberapa titik, menyebabkan gangguan besar pada transportasi dan kehidupan sehari-hari warga.
Berdasarkan hasil asesmen awal, terdapat 18 titik longsor dengan kerusakan berat hingga kritis. Kejadian tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Dampaknya, akses masuk dan keluar Desa Tempur menjadi tidak bisa dilalui sama sekali.
Salah satu titik longsor paling parah berada di pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang". Di lokasi ini, badan jalan hilang sepenuhnya sepanjang sekitar 50 meter akibat aliran Sungai Gelis yang menggerus permukaan jalan. Titik lain yang mengkhawatirkan adalah Jembatan Mbah Sujak, di mana badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter karena perubahan aliran sungai.
Tidak hanya merusak akses transportasi, bencana ini juga menimbulkan dampak pada infrastruktur lain. Laporan situasi BPBD Jepara mencatat bahwa enam unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari terendam lumpur hingga rusak total. Selain itu, jaringan listrik di desa tersebut padam total setelah satu tiang listrik roboh dan satu lagi dalam kondisi miring yang membahayakan.
Isolasi yang terjadi juga memengaruhi perekonomian warga. Puluhan hektare lahan persawahan di sepanjang aliran Sungai Gelis dilaporkan hanyut dan rusak akibat longsoran serta luapan air. Data kerugian di sektor pertanian saat ini masih dalam proses pendataan.
Upaya Darurat yang Dilakukan
Hingga Sabtu kemarin pukul 17.00 WIB, BPBD Kabupaten Jepara terus melakukan berbagai upaya darurat. Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional, pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat seperti ekskavator.
Meski begitu, akses jalan utama masih belum dapat dibuka. Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dimulai sejak malam hari, tetapi masih belum tuntas karena terkendala kondisi cuaca. Kendala utama di lapangan adalah adanya cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan. Selain itu, banyak material batu berukuran besar yang terus berjatuhan dari tebing.
Kebutuhan Mendesak untuk Mempercepat Penanganan
Untuk mempercepat penanganan dan membuka kembali akses jalan bagi warga yang terisolasi, BPBD Jepara mengajukan sejumlah kebutuhan mendesak. Kebutuhan tersebut antara lain tambahan alat berat berupa ekskavator tipe PC-75 untuk menangani material besar, mesin alat konvensional untuk mempercepat proses pembersihan, serta dukungan logistik untuk menjamin pasokan kebutuhan dasar bagi ribuan warga terdampak.
Rencananya, pembersihan dan pembukaan akses jalan akan dilanjutkan pada hari ini. Proses ini akan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan serta mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca. Perkembangan penanganan selanjutnya akan disampaikan melalui laporan situasi (SITREP) berikutnya.



Posting Komentar