P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Giliran Sarwendah tunjukkan hasil laboratorium, ladeni tantangan kuasa hukum Ruben Onsu

BROKERJA.COM Giliran Sarwendah tunjukkan hasil laboratorium, tantangan kuasa hukum Ruben Onsu diladeni.

Mantan pasangan artis Ruben Onsu dan Sarwendah masih berhadapan di Pengadilan terkait perebutan hak asuh anak.

Keduanya saling adu klaim lebih pantas mengantongi hak asuh di hadapan Hakim.

Sidang atas perkara tersebut kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).

Dalam sidang tersebut, Sarwendah yang hadir secara langsung membawa dokumen hasil pemeriksaan kesehatan.

Dokumen hasil laboratorium itu bahkan turut diperlihatkan kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu kepada awak media usai persidangan.

Dokumen itu menunjukkan hasil non-reaktif terhadap pemeriksaan yang dilakukan pada Sarwendah.

Diperlihatkan pula, pemeriksaan tersebut dilakukan pada 8 Mei 2026 di Prodia Health Care Kramat, Jakarta.

Langkah pemeriksaan itu ujar Chris dilakukan oleh kliennya untuk menanggapi tantangan pihak Ruben.

“Hasil ini kami sampaikan karena apple-to-apple dengan apa yang dicek sama Bang Minola. Klien kami juga sudah memberikan hasil. Hasilnya di sini nilai rujukannya non-reaktif," ujar Chris, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (2/9/2026).

Polemik terkait kondisi kesehatan di tengah perebutan hak asuh bermula dari terungkapnya percakapan Sarwendah dan Ruben mengenai konsumsi obat.

Percakapan tersebut terekam saat kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang hadir di podcast Denny Sumargo pada awal Agustus 2026.

Sarwendah dalam percakapan itu menanyakan apakah Ruben sudah berhenti mengonsumsi suatu obat-obatan dan menyampaikan kekhawatiran mengenai kesehatan anak-anak.

Percakapan itu memicu spekulasi publik mengenai kondisi kesehatan Ruben.

Minola membantah spekulasi tersebut dan menunjukkan hasil pemeriksaan Ruben yang disebut non-reaktif.

Ia juga mengatakan obat yang disebut dalam percakapan tersebut merupakan vitamin, bukan obat untuk suatu penyakit khusus.

Di tengah polemik itu, Minola meminta Sarwendah menunjukkan hasil pemeriksaan kesehatannya.

Sedangkan di sisi lain, Chris menjelaskan, kekhawatiran Sarwendah mengenai kesehatan Ruben bukan muncul tiba-tiba.

Setelah bercerai, kata dia, Sarwendah tidak lagi mengetahui kondisi kesehatan Ruben, termasuk soal konsumsi obat yang disebut sebagai antiretroviral (ARV).

“Permintaan kesehatan itu sebenarnya tidak tiba-tiba, karena sudah bercerai, klien kami kan tidak tahu lagi situasinya apakah dia (Ruben) minum obatnya seperti apa, lancar atau tidak.”

Hasil Pemeriksaan Sarwendah

Chris sengaja tidak menyebut nama penyakit yang dimaksud ketika menunjukkan dokumen tersebut.

Namun dokumen itu menurutnya cukup untuk membuktikan bahwa kliennya tak mengindap penyakit yang dikhawatirkan bisa mempengaruhi kesehatan anak-anaknya.

“Intinya saya hanya menyampaikan tuduhan bahwa klien kami juga terjangkit tiga huruf itu, kami bantah.”

Chris juga mengatakan, perbedaan hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan kedua pihak akan dibuktikan dalam persidangan.

Menanggapi hasil yang ditunjukkan Chris, Minola pada Kamis (3/9/2026) menegaskan bahwa tantangannya sejak awal hanya agar Sarwendah menunjukkan hasil tes.

“Saya challenge dia itu kan sebenarnya, saya hanya ingin dia menunjukkan hasil tes kesehatannya itu.”

Minola mengatakan, dirinya tidak mempersoalkan jika hasil Sarwendah juga non-reaktif. Ia sekaligus meminta agar hasil laboratorium tidak ditafsirkan oleh pihak yang bukan ahli.

Polemik soal pemeriksaan kesehatan tersebut kini menjadi bagian dari sengketa yang berlangsung di tengah perkara hak asuh anak Sarwendah dan Ruben di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gambarakn akan kondisi kesehatan Sarwendah dalam artikel ini ditulis berdasarkan dokumen yang diperlihatkan kuasa hukum. Redaksi tidak melakukan verifikasi medis independen terhadap status kesehatan Sarwendah maupun Ruben.

Perihal Nafkah Masih Jadi Persoalan

Persoalan nafkah anak masih menjadi sorotan di tengah proses hukum Ruben Onsu dan Sarwendah terkait gugatan hak asuh anak. 

Sebelumnya, Ruben Onsu sempat meminta adanya audit terhadap pengeluaran nafkah yang selama ini diberikan karena mengaku tidak mengetahui secara detail penggunaan dana tersebut.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membantah anggapan bahwa uang yang diberikan Ruben digunakan Sarwendah untuk kepentingan pribadi. 

Ia menjelaskan, sistem pemberian dana selama ini dilakukan dengan mekanisme reimburse.

Reimburse adalah proses pengembalian atau penggantian dana pribadi yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh seseorang untuk kepentingan atau keperluan pihak lain.

"Kita tahu bahwa keuangan yang disampaikan sistemnya reimburse ya. Setelah itu diajukanlah oleh pihak klien kami, dibaca oleh pihak mereka, dibayarkan," ujar Chris kepada awak media, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (2/9/2026).

Menurut Chris, setiap pengajuan pengeluaran yang telah dibaca oleh Ruben dan kemudian dibayarkan menunjukkan adanya persetujuan terhadap nominal yang diajukan. 

Dirinya pun menilai apabila terdapat pengeluaran yang tidak disetujui, seharusnya item tersebut dapat dicoret atau tidak dibayarkan.

"Artinya setuju ya. Kalau diajukan tapi dicoret yang A tidak boleh, yang B tidak boleh, ya sudah diterima aja sama klien kami. Tapi kan sudah dibaca dan dibayarkan. Artinya sebenarnya sudah ada persetujuan," jelasnya.

Chris juga menegaskan, dana yang selama ini menjadi pembahasan bukan semata-mata merupakan nafkah untuk Sarwendah. 

Ia menyebut pengeluaran tersebut berkaitan dengan kebutuhan pemeliharaan dan pendidikan anak-anak.

"Angka-angka itu sebenarnya angka-angka untuk pemeliharaan dan pendidikan anak, bukan hanya nafkah tok. "

"Kalau nafkah tok di-framing lagi seakan-akan besar sekali untuk Sarwendah," kata pengacara mantan personil grup Cherrybelle itu.

Kemudian ia juga membantah apabila dana tersebut disebut digunakan Sarwendah untuk memenuhi kebutuhan pribadi. 

Chris menegaskan bahwa uang yang diberikan berkaitan dengan kebutuhan anak-anak.

"Padahal tidak ada yang didapat untuk Sarwendah untuk kepentingan pribadi. Semua untuk kebutuhan anak," tegas Chris.

Ruben sebelumnya melayangkan protesenya karena tak mendapatkan haknya untuk bertemu kedua putrinya hingga mengajukan gugatan hak  asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Di tengah bergulirnya proses hukum itu, masalah lain ikut mencuat termasuk masalah nafkah yang selama ini diberikan oleh Ruben.

Ruben diketahui harus mengeluarkan sekitar Rp200 juta setiap bulannya untuk nafkah anak sejak cerai pada 2024 lalu.

Tapi Ruben justru selama ini tak mengetahui detail pengeluaran dari uang yang telah ia berikan tersebut.

(BROKERJA.COM/Tribunnews.com)

Posting Komentar

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.