Ringkasan Berita:
- Bayi Nurhayati mengenang sosok almarhum Benyamin Sueb sebagai ayah yang kebapakan dan romantis.
- Benyamin Sueb dikenal sering mengirimkan surat cinta dan pesan religius kepada anak-anaknya saat bertugas.
- Kenangan masa kecil Bayi meliputi pembuatan album musik bersama dan pembangunan masjid di belakang rumah.
BROKERJA.COM - Sosok almarhum Benyamin Sueb dikenal luas sebagai salah satu legenda Betawi yang memiliki karya besar di dunia hiburan Tanah Air.
Namun, bagi Bayi Nurhayati, putri keenam Benyamin Sueb dari sembilan bersaudara, sang legenda bukan sekadar sosok yang dikenal masyarakat melalui layar televisi.
Bayi justru lebih mengenal Benyamin Sueb sebagai seorang ayah yang kebapakan dan dekat dengan anak-anaknya.
Hal itu diceritakan Bayi saat hadir dalam acara Pagi-Pagi Ambyar yang tayang di TRANS TV, Jumat (4/9/2026), dikutip oleh Tribun Style pada Minggu (6/9/2026).
Bayi mengatakan dirinya memanggil Benyamin Sueb dengan sebutan "Bapak", bukan "Babe". Menurutnya, sang ayah terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik ketika berbicara dengan anak-anak di rumah.
Bayi mengaku saat kecil dirinya belum memahami bahwa sang ayah merupakan sosok yang sangat terkenal.
"Sebenarnya itu jadi dunia aku gitu. Kaget sih kalau misalnya tiap pergi atau ada orang jalan, 'Eh bapaknya Benyamin,' kok kenal?" ujar Bayi.
Ia baru menyadari popularitas ayahnya ketika dirinya beranjak dewasa.
"Karena waktu itu aku masih kecil ya gitu, jadi, 'Oh ternyata mungkin ini Bapak tuh terkenal karena di TV,' gitu," lanjutnya.
Kenangan Sederhana Bersama Sang Ayah
Meski hanya menghabiskan 11 tahun bersama Benyamin Sueb, Bayi mengaku memiliki begitu banyak kenangan yang tidak terlupakan.
Menurut Bayi, salah satu hal yang paling melekat dalam ingatannya adalah sosok Benyamin ketika berada di rumah.
"Kalau sebenarnya simpel, aku lebih kenal ya waktu Bapak di rumah karena dia tuh kebapakan banget kan," kata Bayi.
Ia mengenang momen ketika sang ayah mengajak anak-anaknya bercengkerama dan bermain di sekitar masjid.
Bahkan, Benyamin Sueb disebut membuat sebuah masjid di belakang rumah agar anak-anaknya bisa mengaji bersama.
"Bapak tuh bikin masjid di belakang biar anak-anaknya tuh ngaji bareng," ungkap Bayi.
Selain menghabiskan waktu bersama keluarga, Bayi juga kerap diajak sang ayah ikut syuting.
Ia bahkan sempat membuat album bersama Benyamin Sueb.
"Bapak ngajak syuting juga, pokoknya diajak syuting terus. Sempat juga bikin album bareng sama Bapak kan," tuturnya.
Kenang Surat Cinta dari Benyamin Sueb
Salah satu peninggalan yang masih disimpan Bayi hingga kini adalah postcard atau kartu pos yang pernah dikirimkan Benyamin Sueb ketika bepergian ke luar kota.
Bayi mengatakan, pada masa itu Benyamin belum memiliki telepon seluler sehingga kerap mengirimkan surat atau postcard kepada anak-anaknya.
"Jadi Bapak tuh tiap pergi keluar kota, dia tuh kan dulu enggak ada handphone ya. Kadang orangnya sudah datang, eh suratnya baru nyampai. Bawa suratnya, ada suratnya," ujar Bayi.
Menurut Bayi, kebiasaan tersebut menunjukkan sisi romantis dan ekspresif sang ayah.
"Jadi dia tuh orangnya romantis, dia tuh kayak apa ya, kalau misalnya pergi kangen tuh ditulis. Dia itu sebenarnya dia tulisannya tuh banyak, ada di buku-buku di mana dia tuh orangnya ekspresif banget," katanya.
Dalam postcard tersebut, Benyamin menuliskan pesan penuh kasih untuk anak-anaknya.
"Assalamualaikum Ayi, Billy, Bella. Bapak kangen deh. Oh, kamu kangen enggak sama Bapak? Belajar ya, jangan lupa salat ya. Jangan lupa Ayah sayang sama kamu semua. Salam buat Mama," demikian isi pesan yang dibacakan dalam acara tersebut.
Bayi mengaku postcard tersebut masih dipajangnya di rumah hingga sekarang.
Lagu Jadi Kenangan Bersama Benyamin Sueb
Selain surat, Bayi juga masih mengingat lagu yang dibuat Benyamin Sueb untuk dirinya.
Lagu tersebut bahkan menjadi seperti lullaby yang menemani masa kecil Bayi.
"Masih, karena aku sebenarnya tuh jadi lagu tiap hari kita kayak lullaby, enggak sadar kita bikinnya bareng," ungkapnya.
Ketika diminta menyanyikan sedikit lagu tersebut, Bayi kemudian melantunkan bagian yang masih diingatnya.
"A... i... aku punya adik lucu sekali... bermain-main seorang diri... bila menangis digendong Ibu... tertawa lagi..."
Bayi mengaku kenangan selama 11 tahun bersama sang ayah tidak pernah benar-benar hilang dari ingatannya.
"11 tahun (bersama beliau) kok memorinya enggak pernah hilang gitu," katanya.
31 Tahun Kepergian Benyamin Sueb
Benyamin Sueb meninggal dunia pada 5 September 1995. Dalam momen mengenang 31 tahun kepergian sang ayah, Bayi juga menyampaikan pesan haru melalui sebuah sesi telepon simbolis dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bayi mengaku dulu tidak memahami mengapa sang ayah pergi ketika dirinya masih kecil.
"Dulu aku enggak nyangka Bapak pergi cepat banget waktu aku kecil. Aku enggak ngerti kenapa Allah bikin kayak gitu jalan hidup aku," ujar Bayi.
Namun, seiring bertambahnya usia, Bayi merasa kepergian sang ayah justru memberikan pelajaran besar dalam kehidupannya.
"Tapi ternyata sekarang aku ngerti, ternyata supaya aku jadi orang yang lebih baik. Justru karena Bapak orang baik, diberi kenangan yang baik, jadi aku jadi orang yang kuat," tuturnya.
Bayi juga mengatakan dirinya tidak merasa benar-benar kehilangan sosok ayah karena kasih sayang masyarakat kepada Benyamin Sueb masih terasa hingga kini.
"Aku masyaallah banget walaupun Bapak enggak ada, semua orang tetap sayang sama Bapak. Jadi aku enggak ngerasa kesepian," kata Bayi.
Di akhir pesannya, Bayi menyampaikan rasa terima kasih sekaligus cinta kepada sang ayah.
"Oh, makasih ya Pak atas semua kebaikannya di dalam hidup ya. Love you, Pap," ucapnya. (Tribun Style)



Posting Komentar