
Akses air bersih masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pesisir. Salah satu contohnya adalah warga Dusun Tegal Sari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, yang termasuk dalam Delta Samudera Timur. Mereka sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan petani rumput laut. Namun, akses terhadap air tawar yang bersih sering kali menjadi tantangan. Untuk mengatasi hal ini, 29 mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil dan Program Business Management bersama dosen pembimbing hadir di lokasi pada Minggu (24/8) untuk menyerahkan alat pemurnian air ALPAMAL serta memberikan pelatihan Business Model Canvas (BMC) bagi para pengusaha lokal.
ALPAMAL adalah singkatan dari ALat Pemurni Air payau dengan MAterial Lokal. Alat ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas air payau agar lebih jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selama masa uji coba, alat ini telah digunakan oleh beberapa warga, dan hasilnya dinilai cukup efektif dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Dusun Tegal Sari.

Salah satu warga Dusun Tegal Sari menyampaikan perasaannya tentang alat tersebut. “Air yang biasanya asin dan keruh dapat kami gunakan secara langsung setelah disaring dengan alat pemurnian yang diberikan oleh UK Petra. Adanya alat tersebut sangat membantu kami karena dapat mempersingkat waktu untuk mendapatkan air bersih dan menurunkan pengeluaran untuk membeli air bersih,” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian UK Petra terhadap dua kebutuhan mendasar masyarakat desa, yaitu akses air bersih serta peningkatan kapasitas usaha. Proyek pengabdian ini didukung oleh pendanaan tahun anggaran 2025 dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sesuai Nomor SP DIPA-139.04.1.693320/2025 Revisi ke-04 tanggal 30 April 2025.
Penyerahan alat ALPAMAL dibimbing langsung oleh Dr. rer. Nat. Ir. Surya Hermawan, S.T., M.Eng., IPM, dosen Teknik Sipil UK Petra. Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata seperti ini penting agar ilmu yang dipelajari di kampus dapat langsung memberikan dampak bagi masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada solusi teknis, UK Petra juga memberikan dukungan pada sektor ekonomi lokal. Mahasiswa dari Program Studi Business Management hadir memberikan pelatihan Business Model Canvas (BMC) kepada para pelaku usaha desa. Pelatihan ini disambut antusias karena warga Dusun Tegal Sari memiliki ragam usaha potensial, mulai dari perdagangan hasil laut seperti udang windu dan kepiting, usaha laundry, hingga toko kelontong.

Pelatihan ini dibimbing oleh dua dosen dari School of Business and Management UK Petra, yaitu Dr. Dhyah Harjanti, S.E., M.Si. dan Prof. Dr. Njo Anastasia, S.E., M.T. “Kami ingin warga memiliki tidak hanya semangat berusaha, tetapi juga strategi yang jelas. Business Model Canvas dapat membantu mengenali target pelanggan, nilai produk, hingga cara menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan. Dengan cara ini, usaha kecil di desa bisa berkembang lebih kuat dan terarah,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi akademisi dan masyarakat mampu melahirkan solusi nyata. Dengan sinergi lintas prodi, kegiatan ini berhasil menjawab dua kebutuhan utama warga: akses air bersih dan pengembangan usaha.
“Harapan kami, kehadiran UK Petra bisa membawa dampak berkelanjutan. ALPAMAL untuk memberi akses air bersih dan BMC untuk membuka peluang usaha yang lebih baik bagi warga,” tambah perwakilan mahasiswa Business Management.
Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan alat dan pengetahuan, tetapi juga harapan besar untuk keberlanjutan proyek di masa mendatang. Ke depan, hasil evaluasi kegiatan ini akan menjadi dasar bagi UK Petra untuk memperluas dampak ke desa-desa lain.



Posting Komentar