P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Ini mengapa iklan Adidas-IDF dinilai kejam dan memicu boikot

BROKERJA.COM.CO.ID,GAZA – Raksasa perlengkapan olahraga Adidas menghadapi kritik dan seruan boikot meluas karena menampilkan mantan tentara Israel dalam iklannya. Tentara itu ditampilkan  dalam kampanye iklan layanan penjualan sepatu satuan bagi penyandang disabilitas yang diamputasi.

Iklan Adidas yang mempromosikan layanan di tokonya—yang memperlihatkan mantan tentara Israel, Shalev Biton, sedang mencoba sepatu di sebuah toko di Israel lalu mengenakannya saat berlari di luar ruangan—disebut sebagai "penghinaan terhadap warga Palestina" oleh seorang koordinator kampanye boikot pada Ahad.

Biton kehilangan kakinya setelah terluka dalam konflik Israel-Gaza tahun 2021, saat militer Israel berulang kali menyerang wilayah kantong yang terkepung itu dalam sebuah operasi militer selama 11 hari.

Para pegiat hak asasi manusia dan aktivis pro-Palestina menyatakan bahwa kemarahan spontan serta kampanye boikot daring yang ditujukan kepada Adidas seharusnya tidak mengejutkan bagi perusahaan pakaian dan alas kaki olahraga asal Jerman tersebut.

"Ini bukan sekadar masalah Adidas yang tidak peka atau kurang memiliki empati; ini adalah penghinaan nyata terhadap warga Palestina yang kehilangan orang-orang terkasih akibat pembunuhan oleh Israel, serta mereka yang kehilangan anggota tubuh [akibat serangan Israel]," ujar Stephanie Westbrook, koordinator kampanye boikot olahraga untuk Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI)—sebuah organisasi pendiri gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS)—kepada Aljazirah.

Westbrook menyoroti bahaya dari kampanye semacam itu, yang menurutnya akan "menormalisasi kejahatan Israel terhadap warga Palestina dan membiarkan mereka terus melakukan kejahatan tersebut tanpa adanya pertanggungjawaban."

salah satu seruan boikot Adidas di media sosial. - (Facebook)

"Di sini kita melihat kampanye Adidas yang menampilkan seorang tentara Israel—yang identitas utamanya melekat erat pada statusnya sebagai tentara—yang kehilangan kakinya saat berpartisipasi dalam salah satu serangan berulang Israel ke Gaza, serta bertugas dalam militer sebuah negara yang saat ini sedang melakukan genosida, menjalankan pendudukan militer ilegal atas wilayah Palestina, dan menerapkan sistem apartheid terhadap warga Palestina selama beberapa dekade," ujarnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa antara 5.000 hingga 6.000 orang di Gaza telah menjalani amputasi hingga awal Oktober 2025, saat Israel dan Hamas menandatangani kesepakatan "gencatan senjata". Mereka termasuk di antara 42.000 warga Palestina di Gaza yang mengalami cedera yang mengubah hidup selama konflik dua tahun tersebut.

Hampir setahun setelah gencatan senjata, kondisi tetap memprihatinkan akibat blokade Israel yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong tersebut.

Sementara iklan tersebut menampilkan seorang tentara yang kembali berolahraga dan berlari di jalanan, lebih dari seribu atlet Palestina telah syahid selama perang genosida Israel terhadap Gaza.

Para pemain sepak bola perempuan penyandang amputasi asal Palestina, yang kehilangan anggota tubuh akibat perang di Jalur Gaza, mengikuti sesi latihan dalam ruangan yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Amputasi Palestina di Deir al-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, Rabu (1/7/2026). Latihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung dan merehabilitasi atlet perempuan penyandang disabilitas di Gaza. - ( EPA/HAITHAM IMAD)

Ratusan calon pemain sepak bola telah kehilangan anggota tubuh mereka dan membentuk tim sepak bola khusus penyandang disabilitas (amputee football), menemukan sedikit penghiburan dalam olahraga di tengah rasa sakit yang mereka alami.

Para pemain ini menjadikan sepak bola sebagai sarana untuk bertahan hidup dan berupaya memulihkan kembali kepingan-kepingan kehidupan mereka yang dulu, meskipun telah melewati masa-masa penuh kehilangan, cedera, dan kehancuran yang meluas.

 

Aktor asal Spanyol, Javier Bardem, termasuk di antara mereka yang menyerukan boikot terhadap merek pakaian olahraga tersebut. Bardem, yang merupakan aktivis pro-Palestina vokal, membagikan sejumlah gambar dan video yang menyoroti kampanye boikot itu melalui akun media sosialnya.

Penulis keturunan Palestina-AS Susan Abulhawa, penulis asal Pakistan Fatima Bhutto, serta warga Palestina di media sosial turut menyerukan boikot terhadap produk-produk Adidas.

Aktivis hak asasi Westbrook menyoroti blokade Israel terhadap Gaza, yang menghalangi masuknya obat-obatan dan kaki atau tangan palsu (prostetik) ke Jalur Gaza setelah Israel menghancurkan fasilitas medis di wilayah tersebut.

Menurut International Rescue Committee, anak-anak mencakup seperempat dari seluruh kasus amputasi di Gaza selama dua tahun terakhir, menjadikan wilayah ini sebagai tempat dengan jumlah anak penyandang amputasi per kapita tertinggi di dunia.

Mantan tahanan Palestina yang telah dibebaskan, Abdullah Ismail Abu Harbid (36 tahun), berjalan bersama dua orang anak perempuannya di sebuah kamp pengungsian di Kota Gaza, Rabu (24/6/2026). Abu Harbid, yang berasal dari Beit Hanoun di Gaza utara, ditahan oleh pasukan Israel pada November 2023 hingga Oktober 2025. Ia kembali dengan trauma fisik dan hilangnya kemampuan bergerak yang awalnya membuatnya tidak bisa berjalan. - (EPA/MOHAMMED SABER)

Westbrook menyatakan bahwa Israel telah "meluluhlantakkan sektor kesehatan", yang mengakibatkan kelangkaan parah dalam layanan perawatan dan rehabilitasi.

"Pengepungan ala abad pertengahan yang dilakukannya bahkan menghalangi masuknya alat prostetik ke Gaza, sehingga menciptakan kelangkaan akibat ulah manusia ini," tambahnya.

Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, UNICEF melaporkan bahwa 42.000 warga Palestina telah mengalami cedera yang mengubah hidup mereka, dan 11.000 di antaranya adalah anak-anak.

Posting Komentar

Posting Komentar

Komentar untuk berinteraksi dengan komunitas Brokerja.com. Dapatkan informasi tips terbaru disini.